Berita

Sekretaris Jendral PAN Eddy Soeparno/RMOL

Politik

PAN: Koalisi Bersatu Tidak Eksklusif, yang Ingin Menjauhi Politik Identitas Kami Terima

SABTU, 14 MEI 2022 | 12:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Koalisi Bersatu yang lahir usai pertemuan tiga ketua umum partai politik (parpol), yakni Golkar, PPP, dan PAN, dipastikan tidak bersifat eksklusif dan bakal menerima parpol lain yang memiliki gagasan yang sama.

Begitu ditegaskan Sekretaris Jendral PAN Eddy Soeparno, dalam diskusi virtual Polemik bertajuk "Kasak Kasuk Koalisi Partai dan Capres 2024", Sabtu (14/5).

"Kita ini bukan suatu koalisi yang eksklusif. Kita coba merangkul semua sebanyak mungkin yang bisa ikut hadir untuk membantu memikul beban berat ini," ujar Eddy.


Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini menerangkan, pertemuan antara Airlangga dengan Zulkifli Hasan serta Suharso Monoarfa telah menyepakati sebuah gerbong koalisi Pilpres 2024 yang memiliki gagasan perubahan bagi demokrasi di Indonesia.

"Yang berupa gagasan terbaik untuk bangsa ini keluar dari permasalahan yang ada, tentu akan kami sambut dengan bahagia," katanya.

Pada intinya, dijelaskan Eddy Soeparno, PAN bersama Golkar dan PPP mengajukan sebuah gagasan kepemiluan yang meniadakan dampak perpecahan di antara masyarakat pendukung capres.

Gagasan itu lahir dan menjadi kesepakatan ketiga partai karena melihat pengalaman Pilpres 2019 dengan adanya elite politik yang berseteru sudah rujuk, namun di masyarakat jutsru masih timbul perpecahan yang semakin tajam.

Oleh karena itu, Eddy memastikan gerbong Koalisi Bersatu yang kini baru diisi Partai Golkar, PAN, dan PPP, mengajak parpol lain yang memiliki gagasan serupa untuk bergabung.

"Syaratnya (untuk bergabung) sama saja. Kita ingin menjauhi politik identitas, pokoknya kami ingin merajut kebersaman merajut persatuan," demikian Eddy.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya