Berita

Pertemuan Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, Ketum PPP Suharso Manoarfa/Ist

Politik

Jika Koalisi Golkar-PAN-PPP Terwujud, Harus Usung Kandidat Capres yang Elektabilitasnya Tinggi

JUMAT, 13 MEI 2022 | 13:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pertemuan Ketua Umum Golkar, PPP, dan PAN pada Kamis malam (12/5) mengarah untuk berkoalisi pada pilpres 2024. Peluang koalisi tiga partai tersebut sangat terbuka, dan jumlah suara untuk mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden sudah terlampaui.

Pengamat politik Jamiluddin Ritonga berpendapat, meski ketiga parpol tersebut berpeluang menjadi koalisi, namun saat ini mereka belum memiliki kandidat presiden yang kuat untuk dapat diusung pada Pilpres 2024.

"Ketiga ketua umum parpol tersebut hingga saat ini tidak memiliki nilai jual. Hal itu terlihat dari rendahnya elektabilitas ketiga ketua umum tersebut,” ucap Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (13/5).


Menurutnya, tiga partai politik tersebut harus memiliki kandidat calon presiden yang memiliki elektabiltias tinggi setidaknya sejajar dengan elektabilitas Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

“Kalau koalisi tiga parpol itu ingin kompetitif pada pilpres 2024, maka mereka perlu mencari kandidat presiden di luar partainya. Setidaknya mengusung kandidat capres yang setara dengan Anies atau Prabowo,” katanya.

Dia menambahkan, ketiga partai politik itu hanya sebatas memeriahkan Pilpres 2024 saja, jika tidak mampu memiliki calon presiden yang memiliki elektabilitas tinggi.

"Hanya dengan begitu, koalisi tiga partai itu akan dapat bersaing ketat dengan kandidat lainnya. Kalau tidak, mereka hanya sebatas memeriahkan pilpres 2024,” tutupnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Fenomena Embun Upas Dieng Muncul Lagi, Ini Perkiraan Waktu Puncaknya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:13

Pidato Bahlil di Depan Prabowo: Kekuasaan Itu Harus Direbut!

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Kejagung Pelajari Pengajuan Justice Collaborator Sony Sonjaya

Rabu, 10 Juni 2026 | 18:10

Ranking FIFA Indonesia Naik Lagi Usai Kalahkan Mozambik 1-0, Kini di Posisi 118 Dunia

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:57

Prabowo Dorong HIPMI Cetak Pengusaha Patriotik yang Peduli Rakyat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:51

Bupati Muara Enim Suap ASN BPK untuk Tutup Temuan Audit

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:41

Kelas Menengah Paling Terdampak Kenaikan Pertamax

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Bedah Rumah Warga, Wujud Nyata Pemasyarakatan Berdampak untuk Masyarakat

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:21

Prabowo Sering ke Luar Negeri karena Indonesia Disukai Banyak Negara

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:11

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Selengkapnya