Berita

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo/Net

Politik

Ganjar Bukan Gubernur Istimewa, Modal Politik juga Banyak Celah

KAMIS, 12 MEI 2022 | 16:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gubenur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo bukanlah figur yang istimewa. Lebih jauh daripada itu, secara modal politik pun Ganjar dinilai masih “banyak celah” jika didorong untuk Pemilu 2024 mendatang.

Hal itu setidaknya ditandai dengan sejumlah rekam jejak Ganjar di Jateng.

Antara lain mulai dari tingkah kemiskinan di Jateng yang meningkat signifikan per 2021 sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, hingga pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur di Jateng yang masih kalah jauh dari provinsi-provinsi di sekitarnya.


“Ini sebetulnya sudah menandai bahwa secara kualitas Ganjar bukan Gubernur yang istimewa. Kemudian secara modal politik juga sebetulnya banyak celah yang akan membuat Ganjar terpuruk, salah satunya adalah ketika Ganjar kehilangan PDIP,” kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, sesaat lalu di Jakarta, Kamis (12/5).

Selain tingkat elektabilitas yang cenderung stagnan lantaran hanya didominasi oleh masyarakat di Jateng dan itu adalah kader-kader PDIP, Ganjar juga belum menorehkan prestasi gemilang selama ia memimpin Jateng. 

“Tingkat keterusungan Ganjar yang rendah, kemudian porsi elektabilitas Ganjar yang sebetulnya juga tidak istimewa karena hanya didominasi di Jateng dan kader PDIP. Sementara kader PDIP kader yang sangat loyal terhadap partai dibandingkan ketokohan,” kata Pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta ini.

“Artinya ketika PDIP tidak mengusung Ganjar mau tidak mau suara yang hari ini simpati pada Ganjar besar kemungkinan juga akan bergeser ke tokoh lain di PDIP, misalnya di Puan Maharani,” sambungnya.

Selain itu, kata Dedi, Ganjar juga dinilai terlalu over loud dalam bersolek diri mengemas citra politiknya. Oleh karena itu, banyak agenda-agenda di Jateng mulai dari pembangunan SDM sampai dengan yang berkaitan dengan infrastruktur, Jateng mengalami stagnansi.

“Bahkan tertinggal untuk ukuran provinsi yang mapan. Misalnya dibandingkan dengan DKI Jakarta, Jatim, apalagi Jabar. Jateng saya kira tertinggal di antara provinsi di sekelilingnya,” katanya.

“Ini sebetulnya sudah menandai bahwa secara kualitas Ganjar bukan Gubernur yang istimewa,” demikian Dedi.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya