Berita

Megawati Soekarnoputri saat menerima gelar Profesor Honoris Causa di Korea Selatan/Repro

Dunia

Megawati: Perdamaian Abadi Dua Korea Hanya Bisa Dilakukan Bangsa Korea Sendiri

RABU, 11 MEI 2022 | 13:39 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Korea Selatan dan Korea Utara memiliki identitas dan karakter kebudayaan yang sama. Sehingga hal itu bisa menjadi kunci perdamaian dan reunifikasi dua Korea.

Begitu yang dikatakan oleh Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri ketika memberikan pidato gelar profesor di Seoul Institute of The Arts, Korea Selatan pada Rabu (11/5).

"Saya meyakini spirit kebudayaan inilah yang akan menjadi kunci perdamaian dengan apa yang selalu disebut reunifikasi Korea,” ucap Megawati.


Selain budaya, kata Megawati, yang bisa mendamaikan Seoul dan Pyongyang adalah kedaulatan politik tanpa adanya intervensi dari negara lain yang merusak hubungan dua negara.

"Penjabaran berdaulat dalam bidang politik tersebut membawa makna bahwa perdamaian abadi hanya bisa dilakukan oleh bangsa Korea sendiri. One big family,” imbuhnya.

Mengacu pada situasi dunia modern saat ini, Ketua Umum PDI Perjuangan itu menyebut Korea dan Palestina adalah contoh dua bangsa yang belum bisa bersatu.

"Sungguh merupakan sebuah hal yang sangat tragis, ketika sebuah bangsa itu tidak bisa  menjadi satu,” kata Megawati.

Padahal, Megawati mengatakan, banyak tokoh dunia yang ia temui telah berusaha untuk mencapai perdamaian dunia.

"Saya banyak bertemu dari para pemimpin terdahulu yang merupakan tokoh dunia yang luar biasa, bertemu di KTT Asia Afrika, mendambakan kemerdekaan dan perdamaian abadi, perdamaian dunia,” demikian Megawati.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya