Berita

Aksi Reformasi 1998 mahasiswa/Net

Politik

Firman Tendry: Belajar dari Kemenangan Marcos Jr, Tampaknya Rakyat akan Meludahi Aktivis yang Jualan Kekejaman Orba

RABU, 11 MEI 2022 | 12:44 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kemenangan telak yang diraih Ferdinand Marcos Jr alias Bongbong pada Pilpres Filipina, dimaknai oleh Aktivis 98 Firman Tendry Masengi sebagai tanda zaman yang juga tak menutup kemungkinan terjadi di Indonesia.

Menurut Firman, kemenangan Marcos Jr memberikan pelajaran berharga pada sistem demokrasi. Sebabnya, yang terpilih ini merupakan darah daging pemimpin diktator Filipina, Ferdinand Emmanuel Marcos alias Marcos Sr, yang berkuasa selama 21 tahun sejak 1965 hingga 1986.

"Siapapun, apapun, dan bagaimanapun rakyat Filipina telah mengambil pilihan dan keputusan politiknya," ujar Firman Tendry melalui akun Facebooknya, Rabu (11/5).


Dia menjelaskan, gerakan rakyat Filipina menggulingkan Marcos Sr, bahkan sampai mengusirnya dari negara yang dia pimpin sebelumnya hingga meninggal dunia di pengasingan, hanya menjadi goresan sejarah yang tak lagi berarti bagi rakyat kekinian.

"Marcos Jr, anak mantan Presiden Ferdinand Marcos yang memenangkan Pemilu Filipina bisa jadi merupakan arus balik dalam politik Filipina. Dan mungkin saja terjadi di Indonesia," kata Firman Tendry.

"People Power koalisi Rakyat dipimpin Corazon Aquinno, uskup, dan militer yang menggetarkan dunia tahun 1986 sudah dilupakan rakyat mereka sendiri," sambungnya.

Maka dari itu, Firman Tendry meyakini fenomena politik di Filipina baru-baru ini potensi terjadi di Indonesia. Hanya saja, rakyat Indonesia akan memberikan perbandingan kondisi negara saat dipimpin rezim Soeharto dengan Jokowi yang belakangan hanya mengandalkan kebijakan populis namun gemar berhutang.

"Lalu, nampaknya akan banyak tulisan di tembok dan belakang truk 'Eunak Zamanku Toh?' Dan rakyat akan meludahi aktivis yang masih jualan kejamnya Orde Baru," demikian Firman Tendry.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK-PPATK Diminta Pastikan Harta AHY dan Ibas dari Sumber Halal

Senin, 06 Juli 2026 | 17:38

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

DPR Godok Anggaran Rekrutmen KPU-Bawaslu Daerah Dilakukan Serentak

Kamis, 09 Juli 2026 | 22:23

Dari Pala Jadi Peluang, BRI Peduli Perkuat Usaha KWT Bogor Lewat Program AURA

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Mandatori B50 Meluncur, Indonesia Siap Perkuat Kedaulatan Energi

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:50

Prabowo Prediksi Target 100 GW PLTS Bakal Dihujat Pakar

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:46

Kejagung Sebut TNI Jaga Rumah Jampidsus Sudah SOP

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:38

Prabowo: Banyak Negara Iri dan Benci, Ingin RI Kolaps

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:30

Kapal Tanker Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:17

Rumah Sentul Tak Masuk LHKPN, Segini Harta Jampidsus

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:13

Prabowo Siapkan Penghargaan untuk Tokoh-tokoh di Balik Kesuksesan B50

Kamis, 09 Juli 2026 | 21:10

Galon PC Tak Sebabkan Gangguan Hormon, Reproduksi, dan Kanker

Kamis, 09 Juli 2026 | 20:35

Selengkapnya