Berita

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi/Net

Politik

Kalau Dinamika Politik Tak Banyak Berubah, Pilpres 2024 Bakal Ada 3 Poros

SELASA, 10 MEI 2022 | 11:56 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Jika tidak terjadi perubahan besar dan dinamika politik yang luar biasa, pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 nanti diprediksi akan terdapat tiga poros. Dua dari tiga poros itu diisi oleh ketua umum partai politik besar saat ini.

"Bisa jadi pilpres mendatang ada tiga pasang capres-cawapres. Jika tidak terjadi perubahan besar dan dinamika politik luar biasa," ujar Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/5).

Ketiga poros itu adalah Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani; lalu Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).


Poros terakhir adalah Anies Baswedan yang berpeluang besar diusung oleh Partai Nasdem untuk maju sebagai capres.

"Pemetaan itu bisa saja terjadi," kata Muslim.

Akan tetapi, lanjut Muslim, peta perpolitikan tersebut bisa saja berubah saat mendekati 2024. Faktor penyebabnya adalah jika kepemimpinan Presiden Joko Widodo melemah pada akhir masa kekuasaannya saat ini. Seperti terjadinya gejolak luar biasa yang terjadi di Pakistan dan Sri Lanka.

"Tentunya peta perpolitikan saat ini akan berubah lagi," pungkas Muslim.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya