Berita

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield

Dunia

Soal Aturan Wajib Burqa untuk Perempuan Afghanistan, AS: Taliban Tidak Berbudi

SELASA, 10 MEI 2022 | 08:45 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) bereaksi atas keputusan Taliban baru-baru ini yang mewajibkan pemakaian burqa kepada perempuan Afghanistan.

Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield menyatakan keprihatinannya atas aturan tersebut. Ia menegaskan, Taliban akan diadili berdasarkan tindakannya.

"Ini menunjukkan lagi apa yang mampu dilakukan Taliban. Kami katakan sejak hari pertama, kami akan menilai mereka dengan tindakan mereka, bukan kata-kata mereka. Dan tindakan pada Hari Ibu ini, saya pikir, mengirim pesan yang sangat mengerikan ke seluruh dunia," ujarnya, seperti dikutip TOLO News, Selasa (10/5).


Lebih lanjut, Thomas-Greenfield menegaskan, pihaknya akan terus menyuarakan dan mendukung perempuan Afghanistan dengan berbagai cara, termasuk di Dewan Keamanan PBB.

"Apa yang mereka lakukan hari ini tidak berbudi," tegas dia.

Selain AS, Utusan Khusus Uni Eropa untuk Afghanistan, Tomas Niklasson, juga menyampaikan keprihatinannya atas aturan baru tersebut ketika bertemu dengan penjabat Menteri Luar Negeri Afghanistan dari Taliban, Amir Khan Muttaqi.

Dalam kesempatan tersebut, Niklasson juga mendorong agar Taliban mengizinkan anak perempuan kembali ke sekolah menengah.

Aturan wajib mengenakan burqa atau penutup wajah diperkenalkan oleh Taliban pada Sabtu (7/5). Taliban mengatakan, perempuan yang tidak memakai burqa akan mendapatkan hukuman.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Kejagung Sita Dokumen hingga BBE Usai Geledah Kantor Ombudsman

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:06

Menkop Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:04

PB PMII Tolak Pelantikan DPD KNPI Sulawesi Selatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:54

Rupiah Melemah ke Rp17 Ribu, Pemerintah Minta Publik Tak Khawatir

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:44

Dua Mantan Ketua MK Diundang DPR Bahas Isu Revisi UU Pemilu

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:39

Sahroni Dukung Pesan Prabowo agar Rakyat Tidak Kaget

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:32

Japto Soerjosoemarno Tuding Wartawan Tukang Goreng Berita

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:17

Sahroni Auto Debet Gaji ke Kitabisa hingga Akhir Masa Jabatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:11

Retreat Kepala Daerah Dipertanyakan Usai Maraknya OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:09

Arogansi Trump Ancam Tatanan Dunia yang Adil

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01

Selengkapnya