Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Populi Center: Ketokohan akan Menjadi Indikator Utama Kemenangan Capres di 2024

SELASA, 10 MEI 2022 | 05:56 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ketokohan figur akan menjadi indikator utama untuk menjadi calon presiden di Pemilu 2024 mendatang. Pasalnya, publik saat ini tidak melihat partai politik dalam menentukan calon presiden yang akan dipilihnya nanti, lantaran tingkat kepercayaan terhadap partai politik menurun drastis.

Peneliti dari Populi Center, Rafif Pamenang Imawan menuturkan, sosok atau tokoh bangsa yang baik dan cerdas di mata publik menjadi salah satu syarat memenangkan hati rakyat dalam pertarungan pemilu mendatang.

"Saya rasa sosoklah yang menjadi indikator utama ketika kita melihat bagaimana peluang seorang elit untuk maju menjadi presiden di 2024,” ucap Rafif kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/5).


Rafif menguraikan, pengaruh sosok yang diminati rakyat telah tampak semenjak Pemilu 2004 silam. Di mana Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden saat suara Partai Demokrat tidak cukup tinggi.

"Tahun 2004 itu SBY dari Demokrat, orang lebih memilih SBY-nya jadi Demokratnya kekatrol karena SBY," katanya.

Kata Rafif lagi, sekalipun elektabilitas partai politik tinggi, namun jika calon yang diusung tidak dikenal rakyat maka akan menemukan kesulitan untuk bertarung di Pemilu 2024.

“Kita perlu mencatat bahwa pemilu itu berkaitan dengan sosok atau figur seseorang, yang lebih menentukan dibandingkan latar belakang partai,” pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya