Berita

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat silaturahim ke kediaman Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto/Ist

Politik

Sama-sama Berkarakter Moderat, Koalisi Golkar-Demokrat Terbuka Lebar

SENIN, 09 MEI 2022 | 22:54 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Peluang koalisi Partai Golkar dan  Demokrat dinilai sangat terbuka lebar. Sebab, keduanya merupakan partai nasionalis-tengah yang cenderung tidak terjebak di antara dua arus mainstream kiri (PDIP) dan mainstream kanan (PKS-Gerindra).

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) A. Khoirul Umam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (9/5).

Menurut Umam, jebakan arus yang dimaksud Umam adalah ketika Pilpres 2014, Pilkada DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019.


Dalam pandangan Umam, kekuatan Golkar-Demokrat bisa menguatkan poros koalisi nasionalis-tengah yang berkarakter moderat. Dengan demikian, rakyat di akar rumput tidak lagi terpolarisasi dan dibentur-benturkan oleh praktik eksploitasi politik identitas yang begitu marak di ajang kontestasi politik nasional akhir-akhir ini.

"Yang menjadi tantangan adalah terkait penentuan komposisi Capres-Cawapres dalam skema koalisi Golkar-Demokrat," demikian Umam menekankan.

Analisa Umam, jika Golkar sejak awal negosiasi pembentukan koalisi sudah mencoba mengunci dengan harga mati agar posisi Capres dipegang oleh Airlangga Hartarto, maka hal itu menjadi agak problematik. Sebab, popularitas dan elektabilitas Airlangga relatif masih cukup rendah.

Lebih lanjut, Umam melihat, partai-partai papan bawah seperti PAN dan PPP juga belum tentu semangat untuk mengusung skema tersebut.

Hal itu bisa menjadi pengecualian, jika kemudian partai-partai itu "dibeli suaranya" dengan model politik transaksional seperti yang dilakukan pasangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 lalu.

Atas dasar itulah, Umam berpendapat bahwa alternatif yang bisa dilakukan adalah, Golkar perlu membuka berbagai skema kemungkinan dan tidak langsung mengunci nama Airlangga sebagai Capres sebagai "harga mati".

Dalam peta politik seperti itu, Umam kemudian mengusulkan agar Airlangga bisa memainkan peran sebagai "king maker" dalam proses pembentukan koalisi, dengan tetap membuka peluang dirinya sebagai Capres sekaligus membuka peluang tokoh-tokoh muda yang lain.

"Seperti Anies, Ganjar atau bahkan AHY sendiri untuk maju sebagai Capres dalam Pilpres 2024 mendatang," pungkas Dosen Ilmu Politik & International Studies, Universitas Paramadina ini.

Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

UPDATE

Pendemo Atribut Serba Hitam Desak Teror Ketua BEM UGM Diusut

Jumat, 27 Februari 2026 | 20:14

BNI Siapkan Uang Tunai Rp23,97 Triliun Sambut Lebaran 2026

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:39

Polwan Berkalung Serban Putih Kawal Demo Mahasiswa

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:31

KPK: Mobil Operasional Pejabat Bea Cukai jadi Brankas Berjalan Uang Suap

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:18

Muncul Aksi Tandingan BEM UI di Mabes Polri

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:13

Jangan Hanya Kecam Israel, OKI Harus Berani Putuskan Sikap Kolektif

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:09

Angka Prima Palindromik

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:06

Seskab Bantah MBG Kurangi Anggaran Pendidikan

Jumat, 27 Februari 2026 | 19:05

Pengaturan Ambang Batas Fraksi Lebih Tepat Ketimbang Naikkan PT

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:42

Sentil Tim Ekonomi Prabowo, Pakar: Mereka bukan Negosiator

Jumat, 27 Februari 2026 | 18:23

Selengkapnya