Berita

Warga Kiev melakukan demo pada 3 Mei 2022, mendukung para pejuang Mariupol yang tertahan di pabrik baja di Mariupol yang dikepung Rusia/Net

Dunia

Veteran Perang Dunia II kepada Putin: Jadilah Manusia, Lepaskan Warga Sipil di Mariupol

SENIN, 09 MEI 2022 | 08:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menjelang perayaan Hari Kemenangan Rusia, sejumlah veteran Perang Dunia II di Kyiv telah meminta Presiden Vladimir Putin untuk mengizinkan tentara Ukraina dan warga sipil keluar dari pabrik baja Azovstal, satu-satunya bagian Mariupol yang tidak berada di bawah kendali Rusia.

Moskow dilaporkan telah bertujuan untuk menyelesaikan pengambilalihan Mariupol, kota pelabuhan Ukraina yang penting secara strategis pada tanggal 9 Mei, ketika Rusia akan merayakan kekalahan Nazi Jerman pada tahun 1945 dengan parade militer di Lapangan Merah.

Serangan Moskow di Ukraina telah berkembang menjadi konflik terbesar di negara itu sejak akhir Perang Dunia II, yang dikenal di Rusia sebagai Perang Patriotik Hebat, dan laporan menunjukkan bahwa Putin dapat menggunakan Hari Kemenangan untuk secara resmi menyatakan perang melawan Ukraina—meskipun Kremlin telah membantahnya. itu.


"Logika Hitler jelas, dia ingin menghancurkan semua negara," kata veteran Alexandra Romanchikova dalam sebuah video yang diposting oleh Ukrayinska Pravda, seperti dikutip dari Newsweek, Senin (9/5).

"Mengapa Anda (Putin) menyerang kami tidak jelas? Kami tidak meminta apa pun dan tidak memaksakan perintah kami kepada Anda," ujarnya.

Veteran lain, Oleksiy Tkachenko, mengatakan: "Perang adalah penghancuran rakyat. Apalagi sekarang. Ini adalah perintah Putin. Anda tidak dapat melakukan hal-hal seperti ini. Mengapa Anda membuat orang menderita? Lepaskan garnisun dari Mariupol, tolong lepaskan mereka," ujarnya.

"Kami meminta Anda untuk mengambil tindakan yang tepat untuk pembebasan militer dan warga sipil yang saat ini berada di kota Mariupol," desak Tkachenko.

Vetetan lainnya, Pyotr Tsybek mengatakan dalam klip itu: "Saya tahu apa yang sedang dilakukan di Mariupol. Saya terus-menerus menonton ini. Tapi ini adalah perang yang tidak berguna. Pembantaian ini harus dihentikan."

Para veteran kemudian menunjukkan bahwa Ukraina dan Rusia telah berjuang berdampingan untuk Uni Soviet melawan Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

"Kami melindungi (orang-orang) dari penjahat yang mengerikan di 1941-1945," kata mereka dalam pernyataan bersama, memohon kepada Putin.

"Jangan menjadi penjahat yang sama. Jadilah manusia. Lepaskan mereka demi kemenangan (Perang Patriotik Hebat) kita, yang juga kita tempa," lanjut pernyataan tersebut.

Pabrik Azovstal telah menjadi tempat pertempuran sengit ketika pasukan Ukraina terus menangkis pengambilalihan Mariupol oleh Rusia.

Awal pekan ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa setidaknya 200 warga sipil berlindung di bunker bawah tanah di dalam pabrik dengan sedikit akses ke makanan atau air.

Pada hari Sabtu, Wakil Perdana Menteri Ukraina Iryna Vereshchuk mengatakan bahwa pabrik telah dievakuasi sebagian.

"Perintah Presiden telah dilaksanakan: semua wanita, anak-anak dan orang tua telah dievakuasi dari Azovstal," tulisnya dalam sebuah posting di Telegram.

"Bagian dari operasi kemanusiaan Mariupol ini telah selesai," demikian Vereshchuk.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya