Berita

Gurubesar Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Prof Daniel M. Rosyid/Repro

Politik

Daniel M. Rosyid: Pernyataan Budi Santosa Purwokartiko Kemunduran

MINGGU, 08 MEI 2022 | 22:46 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Gurubesar Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Prof Daniel M. Rosyid berpendapat status facebook yang dituliskan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Profesor Budi Santosa Purwokartiko sebagai bentuk kemunduran.

Pendapat Prof Daniel itu disampaikan dalam video yang diunggah di akun YouTube MimbarTube berjudul "Live! Prof Budi Santosa R4S1S Dikritik Habis Prof Suteki & Prof Daniel M Rosyid" pada Minggu (8/5).

Bukan hanya kemunduran, Prof Daniel menilai, pandangan yang disampaikan oleh Prof Budi merupakan indikasi tidak terdidik dan tidak terpelajar.


"Jadi saya kira, pernyataan Rektor ITK tadi, kalau itu betul, itu patut disesalkan. Karena dia tidak mencerminkan kebijaksanaan yang kita tuntut yang ada dalam para pemimpin yang membina anak-anak muda menitih masa depan di sebuah kampus," tutur Prof Daniel.

Prof Budi kata Prof Daniel, seharusnya memastikan bahwa siapapun mahasiswa yang dibinanya, mendapatkan ruang ekspresi yang cukup, tanpa ditakut-takuti, dan tanpa diintimidasi, baik berupa ekspresi budaya ataupun pikiran.

Menurut Daniel cara pandang seperti itu adalah cara membangun bangsa yang cerdas. Apalagi sesuai amanah konstitusi, keberadaan Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam pandangan Prof Daniel, salah satu instrumen penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa adalah perguruan tinggi.

Ia berharap, masyarakat Indonesia waspada terhadap gelombang proyek sekulerisasi besar-besaran yang selama ini dilakukan oleh persekolahan dan kampus-kampus.

 "Kita harus mewaspadai kebangkitan sukuisme, kalau itu ada," pungkas Prof Daniel.

Status yang dibuat Budi Santosa pada tanggal 27 April 2022 menjadi kontroversi. Sebab, Budi Santosa menyebut kalimat “tidak satu pun menutup kepala ala manusia gurun”.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya