Berita

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi/Net

Politik

Kecam Prof. Budi Santosa Purwokartiko, PPP: Di Indonesia Tidak Tempat bagi Pelaku Diskriminatif

MINGGU, 08 MEI 2022 | 15:27 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pernyataan Rektor Institut Teknologi Kalimantan (ITK) Prof. Budi Santosa Purwokartiko tentang manusia gurun, menuai kecaman oleh umat muslim di Indonesia. Apa yang diutarakan Prof. Budi di media sosialnya dinilai telah melukai umat Islam yang berjilbab dan bernada rasis.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan, pernyatan yang disampaik Prof. Budi Santosa  bernada rasis, bernuansa pelecehan dan merendahkan seseorang dari cara berpakaian.

Pria yang karib disapa Awiek ini meminta agar Budi Santosa diberikan sanksi berat. Sebab, menurut Awiek, pernyataan tersebut tidak sepantasnya dikeluarkan oleh seorang rektor sebuah perguruan tinggi negeri.


"Karena itu, harus ada sanksi bagi profesor tersebut. Di Indonesia tidak ada tempat bagi pelaku diskriminatif, terlebih di dunia pendidikan yang seharusnya menjadi suri tauladan bagi masyarakat,” tegas Awiek lewat keterangan tertulisnya, Minggu (8/5).

Sekretaris Fraksi PPP DPR RI ini menambahkan bahwa pernyataan Prof. Budi Santosa yang menilai seseorang dari penampilan tidak masuk akal.

“Apalagi dihubungkan dengan tingkat spritualitas seseorang. Buktinya, sangat banyak perempuan berjilbab memiliki kemampuan di atas rata-rata bahkan dengan prestasi gemilang,” katanya.

Menurutnya, sanksi yang paling cocok untuk Prof. Budi Santosa dicopot dari jabatannya serta gelar profesornya, jika hanya diberikan sanksi pemberhentian sementara sebagai reviewer program Dikti maupun LPDP terlalu ringan bagi pelaku diskriminatif.

"Seharusnya yang bersangkutan dicopot dari jabatan Rektor. Karena secara perilaku tidak pantas menduduki pucuk pimpinan perguruan tinggi yang notabene merupakan tempatnya orang terpelajar. Jangan sampai ada kesan di publik kemendikbud tidak tegas memerangi perilaku rasis di dunia pendidikan,” demikian Awiek.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ini Pesan SBY untuk Pemerintahan Prabowo soal Langkah Stabilisasi Ekonomi

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:45

Pengusaha Perikanan jadi Tersangka Kasus Alih Fungsi Lahan di Batang

Kamis, 11 Juni 2026 | 03:19

Atlet Terbaik Taekwondo Asia Siap Tampil di Jakarta pada Agustus Mendatang

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:55

SBY: Masih Tersedia Opsi dan Solusi dari Otoritas Moneter dan Fiskal Kita

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:31

Reformasi MBG dan Menjaga Asa Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 | 02:02

Program MBG Jangan Dihancurkan Gegara Tata Kelola Bermasalah

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:42

Danantara Perkuat Fokus Bisnis Telkom Lewat Pemangkasan Anak Usaha

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:21

Said Didu soal Kasus BGN: Prabowo Betul-betul Dikhianati

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:07

Kapuspen TNI: Media Miliki Peran Strategis Mencerdaskan Bangsa

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:50

DPD Minta Dapur MBG yang Sudah Berjalan Jangan Diputus Mendadak

Kamis, 11 Juni 2026 | 00:30

Selengkapnya