Berita

Wakil Menteri Luar Negeri China, Le Yucheng/Net

Dunia

Wamenlu China: AS Tega Mengorbankan Ukraina Demi Keuntungannya Sendiri

MINGGU, 08 MEI 2022 | 14:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Amerika Serikat (AS) disebut telah menghalangi proses negosiasi antara Rusia dan Ukraina. Sebaliknya, Washington mengorbankan Ukraina untuk mengendalikan Eropa dan melemahkan Rusia.

Begitu yang dikatakan oleh Wakil Menteri Luar Negeri China, Le Yucheng dalam sebuah panel think-tank pada Jumat (6/5), seperti dikutip Mehr News Agency.

Le mengatakan, sejak awal ketegangan antara Rusia dan Ukraina muncul, China telah mengupayakan berbagai langkah untuk mempromosikan perdamaian dan negosiasi.


Sementara di sisi lain, AS belum mendorong pembicaraan damai. Alih-alih mengancam akan menggunakan krisis Ukraina untuk melemahkan Rusia.

"Yang mereka pedulikan bukanlah pembicaraan damai maupun keselamatan rakyat Ukraina. Mereka menganggap Ukraina sebagai barang habis pakai dan umpan meriam untuk menjatuhkan Rusia, serta menggunakan nyawa orang Ukraina untuk memenuhi ambisi kekuatan besar mereka sendiri dan mencapai tujuan geostrategis mereka sendiri,” kata Le.

Le mengklaim, AS mendapatkan keuntungan besar dari perang Rusia dan Ukraina sehingga Washington membiarkan kekerasan terus terjadi. Keuntungan besar itu terlihat dari industri militer dan energi AS yang mencatatkan pertumbuhan penjualan.

Eropa juga mendapatkan imbasnya dengan arus pengungsi yang besar, dan pasokan energi yang menipis.

"Tujuan AS jelas, mengorbankan Ukraina untuk mengendalikan Eropa, melemahkan Rusia dan memperluas hegemoninya," pungkas Le.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya