Berita

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres/Net

Dunia

Tak Mampu Tangani Perang Rusia Vs Ukraina, PBB Sudah Impoten?

MINGGU, 08 MEI 2022 | 11:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mendamaikan Rusia dan Ukraina yang tengah berperang.

Baru-baru ini, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga telah mengunjungi kedua negara, bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky demi mengakhiri konflik.

Tetapi dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, tidak ada hasil yang berarti. Tidak ada kesepakatan damai, tidak ada penjaga perdamaian yang dikerahkan ke zona perang.


Melalui artikel opininya yang diunggah di NZ Herald pada Minggu (8/5), Profesor Hukum di Universitas Waikato, Alexander Gillespie menilai PBB telah kehilangan kekuatannya.

Bahkan selama kunjungan ke Kyiv, kehadiran Guterres disambut dengan serangan rudal Rusia ke ibukota Ukraina tersebut.

"Ini jauh dari apa yang dibayangkan oleh para penyusun Piagam PBB. Mereka ingin menghindari pengulangan sejarah," tulis Gillespie.

Berkaca pada pendahulu PBB, Liga Bangsa Bangsa dinilai gagal karena negara-negara besar merasa kepentingan mereka lebih terlayani dengan tidak bergabung organisasi tersebut.

Alhasil, untuk menarik lima negara paling kuat setelah perang, PBB membelah diri menjadi dua, Majelis Umum dan Dewan Keamanan.

Di Dewan Keamanan, PBB menawari Amerika Serikat (AS), Rusia, Prancis, Inggris, dan China dengan hak veto. Salah satu dari mereka dapat memblokir inisiatif apapun untuk mencegah atau mengakhiri perang.

"Di situlah letak kenyataan menyedihkan hari ini," tambah Gillespie.

Pada awalnya, Gillespie menuturkan, hak veto diharapkan jarang digunakan dan mereka yang memiliki keistimewaan itu dapat menjadi teladan internasional.

Tetapi sejak 1946, hak veto telah digunakan sebanyak lebih dari 200 kali, dengan Rusia diikuti AS yang paling banyak memakainya.

Usulan resolusi Dewan Keamanan terakhir menegaskan kedaulatan teritorial Ukraina dan mengutuk invasi Rusia sebagai pelanggaran Piagam PBB. Itu juga telah diveto oleh Rusia.

Meskipun sebagian besar dunia menginginkan pembatasan penggunaan veto, bagi Gillespie, tidak ada yang berubah.

"Sementara PBB tetap impoten, Ukraina menggunakan hak kedaulatannya untuk membela diri, termasuk hak untuk mendapatkan perangkat keras militer dari negara lain," jelasnya.

Kendati dinilai legal, tetapi situasi ini dinilai Gillespie bisa memicu situasi yang lebih berbahaya ke depannya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya