Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jerman Larang Bendera Ukraina dan Rusia Berseliweran Selama Parade Militer Victory Day

MINGGU, 08 MEI 2022 | 06:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jerman berusaha meredam pengaruh dari perang Rusia dan Ukraina terhadap politik di dalam negerinya. Salah satunya dengan melarang warga membawa bendera dua negara itu selama parade militer Victory Day atau Hari Kemenangan di Berlin.

Victory Day merupakan hari untuk memperingati berakhirnya Perang Dunia II yang ditandai dengan kekalahan Nazi. Di Eropa, Victory Day dirayakan pada 8 Mei, sedangkan Rusia 9 Mei.

Larangan adanya bendera Ukraina dan Rusia sendiri diumumkan lewat pernyataan yang dirilis pihak berwenang pada Jumat (6/5).


"Peringatan ini harus dilestarikan terlepas latar belakang perang agresi Rusia saat ini di Ukraina. Perang tidak boleh dibiarkan meluas menjadi konflik atau perselisihan di Berlin," kata polisi, seperti dikutip Fox News.

Kepala polisi Berlin, Barbara Slowik menuturkan bendera Ukraina dan Rusia tidak boleh ada di 15 tugu peringatan dan monumen.

Otoritas juga melarang adanya unjuk rasa atau pertemuan terkait bentuk dukungan, baik terhadap Rusia atau Ukraina, selama kesempatan tersebut.

Menanggapi larangan itu, Dutabesar Ukraina Andriy Melnyk mengaku merasa frustasi dan menyebutnya sebagai "tamparan di wajah".

"Kami terkejut bahwa polisi Berlin melarang membawa bendera terkait Ukraina pada 8 dan 9 Mei. Ini adalah tamparan di wajah bagi Ukraina dan bagi rakyat Ukraina," kata dubes.

Padahal, Melnyk mengatakan kejahatan perang yang dilakukan Rusia di Ukraina terus terjadi dan harus disuarakan lantaran banyak warga sipil menjadi korban.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya