Berita

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib, menyerahkan kenang-kenangan untuk Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto./RMOL

Dunia

Dubes Najib Ajak “Komisi Dunia Akhirat” Wujudkan Mimpi Besar Bersama

MINGGU, 08 MEI 2022 | 04:00 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Spanyol, Muhammad Najib, mengajak Komisi VIII DPR RI mewujudkan mimpi besar bersama menggelar dialog antar umat beragama di dunia.

Ajakan ini disampaikan Dubes Najib saat menyambut delegasi Komisi VIII DPR RI di Wisma Duta di kawasan Humera, Madrid, Sabtu malam waktu setempat (7/5).

Delegasi Komisi VIII dipimpin oleh Ketua Komisi VIII Yandri Susanto dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Wakil Ketua Komisi VIII Diah Pitaloka dari PDI Perjuangan.


Anggota delegasi Komisi VIII lainnya adalah Maria Yohana Esti Wijayati dan I Komang dari PDIP, Hasan Basri Agus  dan Endang Maria Astuti dari Partai Golkar, Muhammad Husni dan Subarna bin Engkos Kosasih dari Partai Gerindra, Lisda Hendrajoni dari Partai Nasdem, Maman Imanul Haq dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Wastam bin Saryadi dari Partai Demokrat, dan Buchori Yusup dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta Muhammad Rizal dari PAN.

Juga hadir dua pejabat Kementerian Agama RI, yakni Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam, Rohmat Mulyana, dan Kepala Bagian UmumDirjen Pendis, Abdullah Hanif.

Dubes Najib juga mengundang dua pengelola media massa berbasis internet, Teguh Santosa dari Kantor Berita Politik RMOL dan Fahd Pahdepi dari Inilah.com.

Tahap pertama dari upaya mewujudkan kerja besar itu, sambung Najib dalam sambutannya, adalah menggelar Focus Group Discussion (FGD) di KBRI Madrid hari Minggu (8/5). Di dalam FGD itu akan dibahas berbagai upaya untuk memantaspkan posisi Indonesia sebagai negara yang mensponsori sikap moderasi dalam beragama.

Selain dihadiri delegasi Komisi VIII DPR RI, FGD tersebut juga akan diikuti oleh Direktur Masjid Seville Sheikh Ibrahim Hernandez.

Setelah itu, masih dalam rangkaian FGD, Dubes Najib mengajak Komisi VIII  melihat peninggalan peradaban Islam di ke Cordoba dan Granada.

Rangkaian kegiatan akan ditutup dialog dengan Ketua Yayasan Kebudayaan Islam dan Toleransi Agama, Jumaa Al Kaabi. Yayasan yang didirikan Uni Emirat Arab, dan berkantor di Madrid.

Dubes Najib, mengatakan bahwa dalam FGD putaran berikutnya, KBRI Madrid akan melibatkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Kementerian Agama.

Puncak dari mimpi besar ini, sambungnya lagi, adalah menggelar pertemuan tokoh-tokoh berbagai agama dari seluruh dunia. Diharapkan Wakil Presiden Maruf Amin berkenan membuka kegiatan ini. Dubes Najib juga telah menyampaikan rencana awal kepada Ketua DPR RI Puan Maharani.

Di akhir sambutan, Dubes Najib menyerahkan novel "Di Beranda Istana Alhambra" yang tulisnya kepada semua tamunya.

Ketua Komisi VIII Yandri Susanto menyambut baik ajakan Dubes Najib.

Dengan nada bercanda, dia mengatakan, Komisi VIII adalah “komisi dunia akhirat”, merujuk pada ruang lingkup tugas Komisi VIII di bidang agama, sosial, kebencanaan, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

“Kita sadar, kita dilahirkan di Indonesia yang beragam Kita harus menerima keberagaman itu. Tidak boleh kita merasa paling benar sendiri," katanya.

“Isu moderasi beragama menjadi agenda besar kita semua. Yang sudah berbeda, tidak boleh kita sama-samakan, dan yang sudah sama tidak boleh kita beda-bedakan,” sambung Yandri.

Dia menambahkan, enam agama yang diakui di Indonesia sudah pasti berbeda dan memiliki pandangan ketuhanan yang berbeda satu sama lain. Maka perbedaan itu harus tetap dipelihara sebagai mestinya. Sementara, semua anak bangsa adalah sama-sama warganegara Indonesia yang memiliki hak dan kewajiban yang sama.

“Ini tidak boleh kita beda-bedakan,” demikian Yandri.

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

UPDATE

Banjir, Macet, dan Kemiskinan di Jakarta Mendesak Dituntaskan

Senin, 23 Februari 2026 | 06:07

Jokowi Memang sudah Selesai, Tapi Masih Ada Gibran dan Kaesang

Senin, 23 Februari 2026 | 05:39

Tiga Waria Positif HIV Usai Terjaring Razia di Banda Aceh

Senin, 23 Februari 2026 | 05:28

Penakluk Raksasa

Senin, 23 Februari 2026 | 05:13

Kisah Tragis Utsman bin Affan: 40 Hari Pengepungan, Satu Mushaf Berdarah

Senin, 23 Februari 2026 | 04:26

Kebangkitan PPP Dimulai dari Jabar

Senin, 23 Februari 2026 | 04:10

Prabowo Tak Beruntung terkait Tarif Trump

Senin, 23 Februari 2026 | 04:05

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Tembok Ratapan Solo Jadi Potret Wajah Kekuasaan Jokowi yang Memudar

Senin, 23 Februari 2026 | 03:27

Persib Kokoh di Puncak Klasemen Usai Tekuk Persita 1-0

Senin, 23 Februari 2026 | 03:00

Selengkapnya