Berita

Presiden China Xi Jinping /Net

Dunia

Xi: Kami Akan Menindak Siapa Saja yang Mengganggu atau Meragukan Kebijakan Zero-Covid Kami

SABTU, 07 MEI 2022 | 17:32 WIB | LAPORAN: SULTHAN NABIL HERDIATMOKO

Terkait kontroversi kebijakan zero-Covid, dan khususnya di Shanghai, Presiden China Xi Jinping baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras terhadap siapa pun yang mempertanyakan kebijakan penanganan Covid-19 negara itu.

Dikutip dari CNN pada Jumat (6/5), peringatan itu disiarkan setelah banyak penduduk Shanghai menggunakan media sosial untuk meminta bantuan dan melampiaskan kemarahan mereka atas kekurangan makanan yang parah dan kurangnya akses ke perawatan medis selama lima minggu terakhir.

"Kami berjanji dengan teguh mematuhi kebijakan umum  dynamic zero (nama terbaru Zero-Covid), dan dengan tegas melawan kata-kata dan tindakan apa pun yang mendistorsi, meragukan atau menyangkal negara kita terkait kebijakan pencegahan epidemi itu," ujar Xi pada pertemuan Komite Tetap Politbiro tertinggi Partai Komunis China (PKC), seperti dimuat Xinhua pada Kamis (5/5), dan kemudian dikutip CNN.


Ini adalah pertama kalinya Xi membuat pernyataan publik tentang pertempuran China melawan Covid sejak kehebohan publik meletus atas penguncian keras di Shanghai, yang menurut media pemerintah juga nadanya serius.

"Strategi pencegahan dan pengendalian kami ditentukan oleh sifat dan misi partai. Kebijakan kami ini dapat bertahan dalam ujian sejarah dan tindakan kami ilmiah dan efektif," tambah komite tersebut.

"Kami telah memenangkan pertempuran untuk mempertahankan Wuhan, dan kami pasti akan dapat memenangkan pertempuran untuk mempertahankan Shanghai," pungkas mereka.

Namun, penguncian yang ketat dan sering memicu ketidakpuasan publik dan memberikan pukulan telak bagi ekonomi China.

Menurut laporan CNN, banyak penduduk Shanghai yang melakukan protes dari jendela apartemen mereka, membenturkan panci dan wajan dan menjeritkan rasa frustasi. Yang lain bahkan bentrok dengan polisi dan petugas kesehatan di jalan-jalan.

Tetapi pernyataan terbaru dari para pemimpin tinggi negara itu telah memperjelas bahwa pemerintah China menggandakan pendekatannya dengan mengandalkan penguncian cepat, pengujian massal, dan karantina untuk menekan varian Omicron yang sangat menular di masa mendatang.

Xi telah memberikan stempel pribadinya pada strategi Zero-Covid itu, dengan media pemerintah sering melaporkan bahwa ia telah secara pribadi memerintahkan dan membuat pengaturan untuk perjuangan negara itu melawan pandemi.

CNN kemudian mengatakan, bagi para analis yang telah lama mengamati politik China, peringatan keras itu adalah sinyalemen keras bahwa telah ada penolakan internal terhadap kebijakan Zero-Covid Xi dari dalam partai.

"Bahasa ini harus dibaca sebagai kritik langsung terhadap para pemimpin PKC lokal yang tidak spesifik yang telah mempertanyakan kebijakan di pusat, atau yang kurang berhasil dalam menerapkannya," tulis David Bandurski, co-direktur Proyek Media China kepada CNN, Jumat (6/5).

Kejatuhan ekonomi yang parah juga telah menarik perhatian dari para ekonom dan eksekutif bisnis, terutama mengingat peran Shanghai sebagai pusat keuangan terkemuka negara itu dan pusat manufaktur dan pengiriman utama.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

UPDATE

Gudang yang Terbakar di Cikarang Milik PT Emudah Fulfillmen, Penyedia Jasa Logistik E-Commerce

Sabtu, 26 September 2026 | 16:18

Mahkamah Agung Diminta Periksa Dugaan Kejanggalan Perkara Harta Bersama

Sabtu, 26 September 2026 | 15:28

SBY: Guruh Soekarnoputra Telah Melakukan Banyak Hal untuk Negeri Ini

Sabtu, 26 September 2026 | 15:03

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Dunia Barat Mulai Melirik Halal Indonesia

Sabtu, 26 September 2026 | 14:50

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Terpukul

Sabtu, 26 September 2026 | 14:26

Surya Paloh Kenang Guruh sebagai Budayawan dan Seniman

Sabtu, 26 September 2026 | 14:05

Palet Plastik dan Barang Marketplace Ludes dalam Kebakaran di Cikarang

Sabtu, 26 September 2026 | 13:50

Bitcoin Turun Tipis di Bawah 84.000 Dolar AS

Sabtu, 26 September 2026 | 13:33

Surya Paloh Ungkap Alasan Guruh Soekarnoputra Pilih Fokus ke Seni Ketimbang Pimpin PDI

Sabtu, 26 September 2026 | 13:10

Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat 50 Pati dan 4 PNS Polri

Sabtu, 26 September 2026 | 12:35

Selengkapnya