Berita

Rumah sakit di Mariupol yang dibombardir Rusia/Net

Dunia

Pengadilan Moskow Tangkap Jurnalis Rusia yang Sebarkan Berita Palsu tentang Rumah Sakit di Mariupol

SABTU, 07 MEI 2022 | 08:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL. Pengadilan di Moskow mengeluarkan surat perintah penangkapan in absentia untuk jurnalis Alexander Nevzorov, Jumat (6/5).

Nevzorov, seorang jurnalis terkemuka Rusia dan pengkritik Kremlin, dituduh menyebarkan informasi palsu tentang apa yang disebut Moskow sebagai 'operasi militer khusus' di Ukraina.

"Pengadilan memutuskan untuk menangkap Nevzorov in absentia," kata seorang perwakilan pengadilan, mengutip pernyataan darui Pengadilan di Distrik Basmanny Moskow yang  memerintahkan agar Nevzorov ditahan selama dua bulan jika dia kembali ke Rusia..


Nevzorov telah dimasukkan dalam daftar buronan internasional Rusia. Namanya muncul di daftar orang yang dicari Kementerian Dalam Negeri Rusia pada 4 Mei.

Saat ini, Nevzorov diyakini berada di Israel, merujuk pada postingan isterinya pada Maret lalu, yang mengatakan di Instagram bahwa mereka berada di Israel, tetapi tidak memiliki rencana untuk pindah ke sana secara permanen.

Para penyelidik membuka kasus terhadap Nevzorov karena memposting di media sosial bahwa angkatan bersenjata Rusia dengan sengaja menembaki sebuah rumah sakit bersalin di Mariupol. Publikasi tersebut disertai dengan foto-foto palsu dari warga sipil yang terkena dampak penembakan. Sumber gambar-gambar ini berasal dari media Ukraina. Komite Investigasi juga mengatakan bahwa Kementerian Pertahanan Rusia secara resmi mengumumkan informasi itu palsu.

Belakangan, ketua Komite Investigasi, Alexander Bastrykin, menginstruksikan untuk menganalisis pernyataan Nevzorov terkait operasi militer khusus oleh militer Rusia di Ukraina. Penyelidikan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kasus yang telah dibuka sebelumnya terhadap wartawan.

Nevzorov, yang memiliki lebih dari 1,8 juta pelanggan di saluran YouTube-nya, menyebut penyelidikan terhadapnya konyol dan menulis surat terbuka kepada penyelidik top Rusia yang memintanya untuk menutup kasus tersebut.

Ukraina dan sekutu Barat mengutuk serangan di rumah sakit itu sebagai kekejaman, sementara Rusia dengan tegas telah menolak tuduhan tersebut.

Delapan hari setelah invasi ke Ukraina pada 24 Februari, Presiden Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang memberikan hukuman penjara hingga 15 tahun bagi mereka yang dengan sengaja menyebarkan berita "palsu" tentang militer Rusia.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya