Berita

Tambang PT Freeport/Net

Publika

Lah Pie Iki? Beli Freeport Bukannya Dapat Emas, Eh Malah Nambah Utang, Astaga

JUMAT, 06 MEI 2022 | 18:18 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

Pengambil alihan Freeport Indonesia merupakan kebanggaan Presden Jokowi, dan diharapkan menjadi pundi pundi emas pemerintahan ini. Maka dibelilah Freeport senilai +/- 53 triliun rupiah dengan menggunakan dana utang pada bank. Freeport yang habis masa kontrak pada 2022 telah dibeli dan dikuasai 51,24 % oleh PT inalum atau Mind Id. Sisanya dikuasai oleh Freeport Freeport-McMoRan Inc. (FCX).

Dulu sebelum perpanjangan kontrak Freeport telah berjanji akan melakukan investasi dan membangun pengolahan yang mereka danai. Namun faktanya sekarang justru setelah kontrak diperpanjang malah mengambil utang untuk menunaikan janji membangun smelter yang merupakan kewajiban terhadap UU minerba Indonesia.

Baru baru ini PT Freeport Indonesia ("PT-FI" atau "Perseroan") mengumumkan telah menetapkan mengambil utang $3,0 miliar atau senilai 45 triliun rupiah yakni  4,763% senilai  $750.0 yang jatuh tempo 14 April 2027, selanjutnya 5,315% sebesar $1,500.0 Jatuh tempo 14 April 2032, dan  6.200% senilai $750.0 Jatuh tempo 14 April 2052. Jadi total $3,000 miliar dolar.

Konon katanya utang tersebut  diharapkan selesai pada tanggal 14 April 2022, tergantung pada kondisi penutupan yang biasa dilakukan. PT-FI bermaksud untuk menggunakan hasil bersih dari Penawaran Obligasi untuk membiayai proyek peleburan, pembiayaan kembali dan untuk tujuan umum perusahaan.

Selanjutnya Bunga atas setiap seri Obligasi akan terutang setiap enam bulan pada tanggal 14 April dan 14 Oktober setiap tahun, dimulai pada tanggal 14 Oktober 2022. Obligasi akan jatuh tempo pada tanggal jatuh tempo masing-masing, kecuali sebelumnya dibeli kembali atau ditebus sesuai dengan persyaratan mereka sebelum tanggal tersebut.

Adapun Citigroup Global Markets Inc. dan J.P. Morgan Securities plc adalah koordinator global bersama untuk penawaran utang  tersebut. HSBC, Mandiri Sekuritas Pte. Ltd., Mizuho Securities Asia Limited dan SMBC Nikko Securities (Hong Kong) Limited, adalah pembukuan bersama untuk penawaran tersebut. CIMB Bank Berhad, Cabang Labuan Offshore, IMI - Intesa Sanpaolo, Malayan Banking Berhad, Standard Chartered Bank dan United Overseas Bank Limited adalah co-manager untuk Penawaran utang.

Jadi sungguh ya pembelian saham tambang emas ini oleh PT Inalum atau Mind Id BUMN holding tambang ini, bukanya menghasilkan emas bagi negara dan pemerintah malah meminbun utang utang yang belum pasti bisa dibayar di masa mendatang. Dulu BUMN berhutang untuk membeli saham, sekarang berhutang untuk membangun smelter dan keperluan lainya yang belum tentu untung. Dulu di awal BUMN holding Tambang  berhutang 53 triliun rupiah untuk membeli saham Freeport, sekarang berhutang lagi untuk menjalankan roda perusahaan.

Jadi bagaimana ini pak Presiden? Apakah sudah ada barang segeram emas yang sudah dikasih ke pak Presiden dari PT.  Inalum atau Mind Id ini? Sekedar cendera mata gak apa apalah, barang satu atau dua gram emas, sekedar menunjukkan bahwa pembelian saham dengan utang besar ini bisalah menyumbangkan sedikit kepada negara. Kalau sudah dapat pak, jangan lupa emasnya disedekahkan sedikit kepada kaum duafa fakir miskin dan anak yatim. Mudah mudahan emasnya tambah menggunung. Amin.

Populer

Singgung Presiden Harus Orang Indonesia Asli, Syahganda Nainggolan: Sutiyoso Sudah Kasih Tahu Saya, yang Sekarang Asli atau Tidak

Senin, 27 Juni 2022 | 00:21

Kepala WHO Akui Percaya Virus Corona Berasal dari Laboratorium Wuhan China

Kamis, 23 Juni 2022 | 17:07

Usai Rakernas PDIP, Puan Maharani Jauhi Ganjar Pranowo

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:35

FPI, PA 212, dan GNPF Ulama Serukan Umat Islam untuk Satu Komando ke Habib Rizieq Shihab Soal Pilpres 2024

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:22

Tiga Partai Dapat Sokongan JK untuk Usung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:49

Sakit Hati dengan Gerindra, PKS dan Demokrat Kecil Kemungkinan Gabung KIR

Minggu, 19 Juni 2022 | 13:53

PP Syarikat Islam Kirim Surat ke Jokowi Agar Habib Rizieq dan Munarman Dibebaskan

Jumat, 24 Juni 2022 | 07:27

UPDATE

Pakistan Mulai Kampanye Boikot G20 India, Dekati China hingga Arab Saudi

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:51

Hadirkan Generasi Emas, KPAI dan Komnas Perempuan Sepakat dengan Puan untuk Cepat Tuntaskan RUU KIA

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:48

Bareskrim Polri Bersiap Keluarkan Sprindik Baru Kasus Kredit Macet PT Titan Energi

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:34

Tindaklanjuti Legalisasi Ganja Medis, Pimpinan DPR Sudah Koordinasi dengan Komisi Terkait

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:21

KPK Dalami Proses Pengajuan IMB Apartemen PT Summarecon Agung di Yogyakarta

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:12

Abdul Fickar Hadjar: RKUHP Pasal Penghinaan Presiden Aneh dan Antidemokrasi

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:11

Setelah Donetsk dan Luhansk, Kherson Akan Gelar Referendum Gabung Rusia

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:05

Pembunuh Sadis di Tangsel Terlacak Sinyal

Rabu, 29 Juni 2022 | 13:00

Gerindra: Jokowi sedang Jalankan Amanat UUD 1945 dengan Misi Perdamaian ke Ukraina dan Rusia

Rabu, 29 Juni 2022 | 12:57

Ali Rif'an: Anies Antitesis Kepemimpinan Jokowi, Bisa Berikan Narasi Baru untuk Indonesia

Rabu, 29 Juni 2022 | 12:44

Selengkapnya