Berita

Presiden AS Donald Trump/Net

Dunia

Mantan Menhan AS: Trump Sempat Ingin Bombardir Meksiko Diam-diam

JUMAT, 06 MEI 2022 | 14:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan sempat ingin menembakkan rudal ke Meksiko selama ia memerintah.

Hal itu diungkap oleh mantan Menteri Pertahanannya, Mark Esper lewat sebuah tulisan memoarnya di The New York Times baru-baru ini.

Esper mengatakan, keinginan Trump untuk meledakkan Meksiko muncul pada musim panas 2020. Ketika itu Trump tidak senang dengan banyaknya pasokan narkoba yang melintasi perbatasan AS dan Meksiko.


Trump yang tidak bisa menahan emosinya kemudian bertanya kepada Esper apakah Washington dapat menembakkan rudal ke Meksiko untuk menghancurkan laboratorium obat-obatan di sana.

Tidak sekali, Trump bertanya terkait kemungkinan menyerang Meksiko sebanyak dua kali. Namun Esper mengajukan beberapa keberatannya. Sebaliknya, Trump mengatakan AS bisa menembakkan beberapa rudal Patriot dan mengambil lab tersebut diam-diam tanpa ada yang mengetahuinya.

"Esper melukis potret seseorang yang tidak bisa mengendalikan emosinya atau proses berpikirnya sepanjang tahun 2020, terutama setelah sidang pemakzulan pertamanya," lapor The New York Times.

Dalam sebuah wawancara dengan CBS News, Esper mengatakan dia "terperangah" dengan saran Miller untuk mengirim 250 ribu tentara AS ke perbatasan Meksiko.

Dalam bukunya, Esper menulis bahwa dia memberi tahu Miller jika angkatan bersenjata AS tidak memiliki 250 ribu tentara untuk dikirim ke perbatasan. Namun Miller membantahnya dengan menyebut Esper "orang tolol".

Esper, lewat memoarnya, mengatakan, dia memiliki lebih dari dua lusin jenderal bintang empat ditambah menteri kabinet dan lainnya untuk memastikan bukunya akurat.

Ia juga menegaskan bahwa Trump tidak boleh berada dalam posisi pelayanan publik.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya