Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

AS Sita Kapal Pesiar 300 Juta Dolar Milik Oligarki Rusia di Fiji

JUMAT, 06 MEI 2022 | 11:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Otoritas Fiji telah menyita sebuah superyacht senilai 300 juta dolar AS milik seorang oligarki Rusia, Suleiman Kerimov. Penyitaan sendiri dilakukan atas nama Amerika Serikat (AS).

Superyacht bernama Amadea itu dilaporkan telah tiba di Fiji pada 13 April, setelah berlayar selama 18 hari dari Meksiko.

Sejak awal, AS telah menargetkan Amadea sebagai bagian dari sanksinya terhadap Rusia yang melakukan invasi ke Ukraina. Terlebih Kerimov juga sudah mendapat sanksi AS sejak 2018.


Sehingga kemudian, Reuters memuat, polisi Fiji dan agen FBI menyita Amadea di sebuah dermaga pada Kamis (5/5), dua hari setelah pengadilan Fiji mengeluarkan surat perintah atas permintaan AS.

Penyitaan sendiri dilakukan dengan alasan Kerimov sudah melakukan kejahatan pencucian uang.

Pada Jumat (6/5), Pengadilan Tinggi Fiji akan memutuskan apakah Amadea akan dipindahkan dari Fiji setelah pengacara melakukan banding atas penyitaan.

Sementara itu, FBI berdalih, otoritas Fiji telah memiliki bukti pelanggaran hukum oleh Kerimov setelah melakukan penggeledahan di kapal pesiar itu.

"Ada kemungkinan alasan untuk percaya bahwa Kerimov dan mereka yang bertindak atas namanya dan untuk keuntungannya menyebabkan transaksi dolar AS untuk pengoperasian dan pemeliharaan Amadea dikirim melalui lembaga keuangan AS, setelah beberapa waktu Kerimov ditunjuk oleh Departemen Keuangan," kata FBI.

FBI mengatakan, kapal tersebut memiliki biaya operasional sebesar 25 juta dolar AS hingga 30 juta dolar AS.

FBI juga mengatakan Amadea telah mencoba untuk menghindari penangkapan setelah pasukan Rusia memasuki Ukraina.

"Amadea mematikan sistem informasi otomatis (AIS) pada 24 Februari 2022, segera setelah dimulainya invasi Rusia ke Ukraina," ucap FBI.

Dokumen kapal menunjukkan tujuan berikutnya dari Amadea adalah Filipina. Tetapi FBI yakin kapal itu menuju ke pelabuhan Vladivostok di Pasifik Rusia.

Banyak oligarki Rusia telah berusaha untuk memindahkan yacht mereka ke Rusia untuk menghindari sanksi AS sejak Maret.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Kejagung Sita Dokumen hingga BBE Usai Geledah Kantor Ombudsman

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:06

Menkop Dorong Penerima Bansos Jadi Anggota Kopdes Merah Putih

Selasa, 10 Maret 2026 | 16:04

PB PMII Tolak Pelantikan DPD KNPI Sulawesi Selatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:54

Rupiah Melemah ke Rp17 Ribu, Pemerintah Minta Publik Tak Khawatir

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:44

Dua Mantan Ketua MK Diundang DPR Bahas Isu Revisi UU Pemilu

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:39

Sahroni Dukung Pesan Prabowo agar Rakyat Tidak Kaget

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:32

Japto Soerjosoemarno Tuding Wartawan Tukang Goreng Berita

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:17

Sahroni Auto Debet Gaji ke Kitabisa hingga Akhir Masa Jabatan

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:11

Retreat Kepala Daerah Dipertanyakan Usai Maraknya OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:09

Arogansi Trump Ancam Tatanan Dunia yang Adil

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:01

Selengkapnya