Berita

Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare/Net

Dunia

Dipojokkan Gegara Teken Kerjasama Pertahanan dengan China, PM Solomon Merasa Dihina dan Diancam

JUMAT, 06 MEI 2022 | 08:12 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kepulauan Solomon tampak sudah gerah dengan kritikan pedas dan bertubi-tubi dari Amerika Serikat (AS), Australia, dan sekutu-sekutunya terhadap keputusan untuk bekerjasama dengan China di bidang pertahanan.

Bahkan Perdana Menteri Manasseh Sogavare mengaku merasa dihina dan seakan diancam dengan kemungkinan invasi oleh Barat atas kebijakan luar negerinya itu.

"Kami menyesalkan berlanjutnya demonstrasi kurangnya kepercataan oleh pihak-pihak terkait," ujarnya di hadapan parlemen pada Selasa (3/5), seperti dimuat Digital Journal.


Sogavare kemudian kembali menegaskan tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait kerjasama pertahanan antara Honiara dan Beijing.

Lebih lanjut, tanpa menyebutkan negara tertentu, ia mengungkap telah mendapatkan peringatan kemungkinan intervensi militer jika ada kepentingan negara lain yang terganggu akibat kesepakatan tersebut.

"Kami diancam dengan invasi. Dan itu serius," ucapnya.

“Kami diperlakukan seperti siswa TK yang berjalan-jalan dengan Colt 45 di tangan kami, dan oleh karena itu kami perlu diawasi. Kami dihina,” tambahnya.

Menanggapi kekhawatiran Sogavare, Perdana Menteri Australia Scott Morrison buka suara pada Kamis (5/5).

Meski prihatin dengan perjanjian pertahanan antara Kepulauan Solomon dan China, Morrison menekankan Australia selalu memperlakukan negara-negara Pasifik secara setara.

“Kita harus tenang dan tenang saat menghadapi masalah ini,” kata Morrison.

Kepulauan Solomon menandatangani kesepakatan pertahanan dengan Beijing berselang beberapa tahun setelah memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada September 2019.

Keputusan tersebut disebut dilandasi dengan investasi menggiurkan dari China. Namun hal itu memicu protes besar-besaran di Honiara pada November lalu.

Kesepakatan antara Kepulauan Solomon dan China telah menimbulkan kekhawatiran di Australia dan AS, dengan kemungkinan hadirnya militer Beijing di Pasifik.

Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi Morrison yang berusaha mendapatkan masa jabatan keduanya pada pemilu 21 Mei mendatang.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai untuk Bangun Ekonomi

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:16

7 Cara Mencegah ISPA saat Musim Kemarau

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:10

ITDC Buka Suara soal Laporan Dugaan Korupsi PPK Mandalika ke KPK

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:07

Nadiem Apresiasi Mahasiswa yang Turun ke Jalan

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:04

Usulan Penderita TB Jadi Penerima MBG Harus Dikaji Matang

Selasa, 23 Juni 2026 | 16:01

Kemenkeu Belum Berminat Miliki Saham BEI

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:59

Tiga Pejabat Bea Cukai Segera Diadili Gegara Terima Suap dan Gratifikasi Rp71 Miliar

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:53

Update Harga iPhone Terbaru di Indonesia 22 Juni 2026

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:49

Kuasa Hukum Sulaiman Minta Komnas HAM Awasi Dugaan Kriminalisasi

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:45

Joko Anwar Umumkan Pengabdi Setan 3 Akan Tayang 2027

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:32

Selengkapnya