Berita

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Berwacana Penundaan Pemilu, Cak Imin Gagal Jalankan Fungsi Ketua Umum Partai

KAMIS, 05 MEI 2022 | 16:19 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wacana penundaan Pemilu 2024 yang dilontarkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar berbuntut panjang. Di media sosial, Cak Imin habis dikritik berbagai lapisan masyarakat.

Analis politik Jamiluddin Ritonga berpendapat kritik yang diterima Cak Imin dinilai wajar karena telah menyuarakan aspirasi oligarki bukan dari rakyat.

"Cak Imin dibully kiranya wajar karena ia berwacana yang sesuai dengan kehendak elite dan oligarki. Ia berupaya memaksakan kehendak para elite dan oligarki agar diterima rakyat,” kata Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/5).


Menurutnya, rakyat melakukan perlawanan karena Cak Imin mewacanakan penundaan Pemilu 2024 yang bertentangan dengan kehendak rakyat. Perlawanan rakyat itu wajar karena Cak Imin sudah mengingkari perannya sebagai ketua umum partai.

"Sebagai ketua umum partai, seharusnya Cak Imin menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat, bukan malah menjilad dengan menyalurkan kehendak elite dan oligarki agar diikuti rakyat. Di sini Cak Imin sudah tidak menjalankan fungsinya sebagai ketua umum partai,” ujarnya.

Akibat dari hal tersebut, Jamiluddin menilai popularitas Cak Imin akan meningkat. Namun peningkatan popularitas itu dalam konotasi negatif yang merugikan Cak Imin dan partainya.

"Dampak lebih jauh, elektabilitas cak Imin akan semakin terjun payung. Padahak, selama ini elektabilitasnya memang rendah,” katanya.

Dengan makin rendahnya elektabilitas Cak Imin, Jamiluddin berpandangan tentu akan menyulitkan dia untuk maju menjadi capres. Sebab, partai lain akan sulit mengusung sosok yang elektabilitasnya sangat rendah.

"Ironisnya, kesalahan fatal Cak Imin berimbas pada partai yang dipimpinnya. Hasil survei terakhir, elektabilitas partai yang mewacanakan penundaan pemilu semuanya turun,” katanya.

"Jadi, PKB sudah merasakan dampak dari disfungsionalnya Cak Imin sebagai ketua umum. Dampak tersebut diperkirakan akan makin besar karena Cak Imin yang paling menggebu-gebu mewacanakan penundaan pemilu,” demikian Jamiluddin.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya