Berita

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD/Net

Publika

Sejauh Mana Kegentingan Istana Pasca Pernyataan Mahfud MD

OLEH: ADIAN RATUS*
RABU, 04 MEI 2022 | 10:24 WIB

SUASANA Idulfitri tahun ini cukup terasa berbeda, khususnya situasi di Pemerintahan cq Istana Kepresidenan. Hal ini menyusul meluncurnya beberapa pernyataan di bulan Ramadan yang cukup "mengejutkan" dari sisi partai utama pendukung dan terlebih oleh seorang pejabat tinggi di bidang politik, hukum dan keamanan, Mahfud MD. Menkopolhukam dan pastinya termasuk posisi kunci di pemerintahan.

Situasi yang cenderung aneh di saat semua pihak memaklumi bahwa posisi Presiden Jokowi sangatlah kuat, bahkan terkuat sepanjang sejarah pasca reformasi. Meskipun begitu, banyak kebijakannya yang 'amburadul' diterjang kepentingan kekuatan lain yang tak mampu diatasinya.

Kemudian persoalan pun menjadi semakin tidak sederhana ketika di ujung pernyataannya, Mahfud berujar "kalau di negara lain sudah dikudeta ini".


Alamak kok bisa seorang menteri seakan menempatkan dirinya di luar  kabinet sang presiden? Dalam kapasitas apa pun seorang Menkopolhukam melontarkan statement semacam itu tentu berdasarkan sesuatu analisa intelejen atau adanya 'dokumen' yang menunjukan hal itu.

Alhasil yang menjadi sorotan kacamata politik tingkat tinggi adalah merujuk pada gerak gerik presiden itu sendiri. Mengapa Jokowi mengambil pilihan ke Jogja untuk mengisi hari Idulfitri-nya seraya menyatakan tak ada halal bihalal resmi?

Menyepi kah? Jenuh kah? Mumet kah? Apakah Istana Jakarta sudah 'lampu kuning' menuju 'merah'?

Tentu saja semua itu menjadi semacam teka-teki yang tak saja harus dicermati dari hari ke hari, namun juga terkait kepastian apakah pasca bola liar perpanjang jabatan akan kembali ke jadwal semula hingga 2024, atau berhenti di sela-sela suhu tinggi situasi politik dalam negeri saat ini akibat benturan yang cukup keras di antara kedua kubu 'ya' dan 'tidak' itu.

Akankah kedatangan Prabowo ke Jogja di hari H Idulfitri sebagai penengah krisis yang sangat krusial ini terkait munculnya 'matahari kembar' yang mencoba kesaktian politiknya melebihi daya Presiden sendiri terhadapnya.

Mungkin ada benarnya bila dikaitkan mampirnya Prabowo bersilahturahmi menemui Megawati setelah mendarat dari kunjungan ke Jogja itu.

Bila wacananya sebatas menenggelamkan si 'matahari kembar' yang ingin dilihat sesuai ultimatum target waktunya mungkin bukanlah sesuatu yang terlalu mengejutkan, namun akan menjadi lain bila ternyata adanya persiapan lain dalam skala besar kenegaraan terkait situasi pelik di balik apa yang disampaikan Menko Mahfud itu.

Gestur menetap di Jogja saat hari raya sekaligus salat Id pun sama adalah suasana kebatinan tersendiri yang mengandung banyak makna tersirat secara implisit maupun eksplisit dari seorang pemimpin negara di Indonesia selama ini.

Tentu tidak patut pula berspekulatif terlalu jauh terhadap situasi yang banyak kalangan sudah mahfum seandainya pun harus terjadi.

Namun sebaiknya kita berharap seandainya ada kegentingan di Istana sebaiknya diselesaikan dengan cara Istana. Akan jauh lebih terhormat daripada menunggu cara rakyat bersuara.

*Penulis adalah pemerhati sosial politik

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

UI Investigasi Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa

Selasa, 14 April 2026 | 16:12

Miris, Makin Banyak Perusahaan Tak Buka Lowongan Kerja

Selasa, 14 April 2026 | 16:11

Pramono Dukung Pemberantasan Premanisme di Jakarta

Selasa, 14 April 2026 | 16:03

Jemaah Haji Tak akan Terbebani Kenaikan Ongkos Penerbangan

Selasa, 14 April 2026 | 16:02

Seruan Kudeta Presiden Prabowo Ancaman Serius

Selasa, 14 April 2026 | 15:46

Israel dan Lebanon Gelar Perundingan Damai di Washington

Selasa, 14 April 2026 | 15:43

Menteri Haji Janji Antrean Tidak Dihapus meski Ada War Tiket

Selasa, 14 April 2026 | 15:36

Aboe Bakar Minta Maaf terkait Pernyataan Madura dan Narkoba

Selasa, 14 April 2026 | 15:14

Tak Masuk Akal Nasdem Gabung Gerindra

Selasa, 14 April 2026 | 15:06

China Minta Semua Pihak Menahan Diri usai AS Blokade Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 | 14:52

Selengkapnya