Berita

Prabowo Subianto saat menemui Presiden Joko Widodo di Bantul. Yogyalarta/Repro

Politik

Prabowo Bertemu Jokowi dan Megawati, Beri Pesan agar Pemilu 2024 Berjalan Damai

SELASA, 03 MEI 2022 | 23:29 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Presiden Joko Widodo di Yogyakarta, pun dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, seolah ingin mengirim pesan kepada masyarakat tentang persatuan.

Hal itu dikatakan peneliti Populi Center, Rafif Pamenang Imawan, ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (3/5).

Menurutnya, Prabowo yang memiliki tingkat elektabilitas tinggi di sejumlah lembaga survei ingin memberikan pesan sebagai tokoh bangsa untuk menjaga persatuan meski pada 2019 kemarin kedua partai tersebut berseberangan hingga menimbulkan perpecahan.


"Prabowo ini kan elektabilitasnya tinggi saat ini, disusul oleh Pak Ganjar, disusul pula oleh Pak Anies. Hal ini menunjukkan pula bahwa sebenarnya dari sisi figuritas Prabowo saya rasa ingin meberi pesan bahwa beliau tidak berada dalam dua sisi yang berseberangan, ada pesan persatuan juga di situ,“ analisis Rafif.

Dia menambahkan, anggapan bahwa Pilpres 2019 terjadi pembelahan sosial antara pendukungan Prabowo dan pendukung Jokowi tidak bisa dihindari, sebagaimana yang terjadi pada peristiwa Mei 2019 di depan Kantor Bawaslu dan beberapa kerusuhan usai pemilu.

Dengan adanya pertemuan lebaran dua elite politik yang sebelumnya rival di Pemilu 2019 ini, Rafif menganalisis bahwa masyarakat perlu memandang jernih para elite politk dalam pemilu mendatang guna meminimalisir adanya perpecahan di tengah masyarakat.

“Saya rasa ini pesan bahwa pemilu ke depan dalam konteks yang lebih damai. Ketika selama ini elite-elite politiknya berseteru. Maka melalui pertemuan ini, sebenarnya ada pesan juga bahwa ini harusnya publik harus lebih rasional dalam melihat peta elit sekarang,” katanya.

“Termasuk bahwa kita tidak boleh mencap Prabowo dalam sisi x dan Jokowi pada sisi y pun demikian dengan Megawati di situ,” demikian Rafif.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya