Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tak Ingin Diperas, Jerman Siap Merdeka dari Ketergantungan Migas Rusia

SENIN, 02 MEI 2022 | 07:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jerman terus berusaha melepaskan ketergantungannya pada penggunaan minyak dan gas dari Rusia. Berlin bahkan berkomitmen untuk sepenuhnya independen dari migas Rusia pada akhir musim panas ini.

Menteri Ekonomi dan Iklim Jerman, Robert Habeck mengatakan pihaknya telahnya mengurangi impor energi dari Rusia, sebesar 12 persen untuk minyak, 8 persen untuk batubara, dan 35 persen untuk gas alam.

"Semua langkah yang kami ambil ini membutuhkan upaya bersama yang sangat besar dari semua aktor, dan itu juga berarti biaya yang dirasakan oleh ekonomi dan konsumen," ujarnya pada Minggu (1/5), seperti dikutip AP.


"Tapi itu perlu jika kita tidak ingin lagi diperas oleh Rusia," tambahnya.

Sejak Rusia memulai perang di Ukraina pada 24 Februari lalu, Jerman menghadapi tekanan yang besar untuk memotong impor migasnya yang bernilai miliaran euro.

Habeck menyebut, Jerman telah berhasil beralih ke impor minyak dan batu bara dari negara lain dalam waktu yang relatif singkat, sehingga target berakhirnya ketergantungan pada impor minyak mentah Rusia pada akhir musim panas adalah realistis.

Sebelum Rusia menginvasi Ukraina, Jerman mendapat lebih dari setengah impor gas alamnya dari Rusia. Bagian itu sekarang turun menjadi 35 persen, sebagian karena peningkatan pengadaan dari Norwegia dan Belanda.

Untuk lebih mengurangi impor Rusia, Jerman berencana untuk mempercepat pembangunan terminal untuk gas alam cair, atau LNG.

Kementerian Energi dan Iklim mengatakan Jerman bertujuan untuk mengoperasikan beberapa terminal LNG terapung pada awal tahun ini atau tahun depan.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya