Berita

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Ujang Komarudin/Net

Politik

Kritik Jubir PSI ke Anies Ternyata Hoax, Pengamat: Sikap Itu Harusnya untuk Relawan yang Bagikan Kaos "2024 Ganjar Presiden"

SABTU, 30 APRIL 2022 | 18:54 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah relawan Ganjar Pranowo (GP) Mania membagi-bagikan kaos “2024 Ganjar Presiden” kepada para pemudik asal Jabodetabek menuai reaksi beragam dari berbagai kalangan masyarakat.

Bagaimana tidak, beberapa hari sebelumnya politisi PSI Sigit Widodo menuding Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan membagi-bagikan kaos Anies Presiden Indonesia kepada para pemudik. Padahal belakangan diketahui hanya membagikan perangkat protokol kesehatan seperti masker dan hand sanitizer.

Menyikapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Ujang Komarudin menilai bahwa menjelang tahun politik 2024 memang suhu politik cenderung meningkat.


Hanya saja, seiring meningkatnya suhu politik itu seharusnya tetap mengedepankan etika dalam berpolitik.

“Kalau kritik Jurubicara PSI Sigit Widodo itu objektif karena mempermasalahkan Anies yang ternyata tidak membagi-bagikan kaos Anies Presiden Indonesia tapi hanya membagikan perangkat prokes," kata Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (29/4).

"Harusnya kan mereka bersikap sama ke relawan Ganjar yang jelas-jelas membagikan kaos 2024 Ganjar Presiden,” imbuhnya.

Atas dasar itu, Ujang menilai wajar jika politisi PSI dituding menyebarkan hoax oleh anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Naufal Firman Yursak dan anggota Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Timur karena ternyata Anies tidak membagikan kaos Anies Presiden Indonesia.

“Ya jadinya begitu kan karena Jubir PSI dinilai asal tuduh tanpa mengcrosscheck terlebih dahulu,” kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia.

Terlepas dari itu, Ujang menilai tidak aneh jika suhu politik meningkat menjelang pilpres 2024. Semua tokoh politik dan perangkatnya sedang berlomba-lomba dalam mengerek elektabilitas kandidat yang digadang-gadang bakal diusung nanti.

“Ya begitulah kalau menjelang tahun politik semua pada berlomba mengerek elektabilitas. Tapi rakyat kita sudah cerdas kok,” tandasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya