Berita

Pengamat politik Hendri Satrio/Net

Politik

Harga Bahan Pokok dan Gas 3 Kg Bakal Naik, Hensat: Pemerintah Kurang Perhitungan, yang Dikejar Cuma Utang

JUMAT, 29 APRIL 2022 | 23:25 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Sejumlah harga kebutuhan pokok mulai menunjukan kenaikan. Namun pemerintah justru menjadikan pandemi Covid-19 dan ketegangan antara Rusia dan Ukraina sebagai kambing hitam.

Begitu pendapat pengamat politik Hendri Satrio kepada Kantor Berita Politik RMOL terkait mulai naiknya harga sejumlah komoditas pangan belakangan ini. Tak hanya sembako, sektor energi juga diperkirakan bakal mengalami kenaikan.

Menurut penggagas lembaga survei KedaiKOPI ini, jika pemerintah menaikkan harga gas 3 Kg dan juga BBM serta tarif dasar listrik (TDL), hal itu akan memantik gejolak di tengah masyarakat. Terlebih, situasi ekonomi di Indonesia saat ini masih belum stabil.


"Ya pastinya akan naik harga barang-barang ya. Gejolak dan gaduh pasti ada di tengah masyarakat. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah menanggulangi itu,” kata pria yang akrab disapa Hensat ini.

Hendri berpendapat, kegaduhan maupun gejolak masyarakat atas terhadap rencana naiknya sejumlah harga kebutuhan pokok dan energi ini lantaran
pemerintah tidak mampu menanggulangi maupun mengantisipasinya jauh-jauh hari.

"Saya tuh berpendapat bahwa hal-hal seperti ini, karena gejolak dunia, kemudian ada pandemi itu tidak diperhitunhkan oleh pemerimtah jauh-jauh sebelum terjadi gitu,” katanya.

Pemerintah, kata Hensat, terlalu sibuk dengan pembangunan infrastruktur dan mewariskan utang negara dalam jumlah yang sangat besar. Di sisi lain, pemerintah tidak berdaya dalam menghadapi gejolak ekonomi global serta adanya pandemi Covid-19 yang menyerang dalam kurun waktu dua tahun terakhir.

"Jadi yang dikejar itu hanyalah kerja-kerja dan utang-utang itu digunakan untuk membangun dan membangun, tapi tidak disiapkan untuk mengantisipasi hal-hal yang ada kaitannya dengan gejolak cobaan dunia. Baik dari sisi pandemi ekonomi, maupun perang misalnya,” katanya.

Dengan adanya kondisi ekonomi yang menurun, dan daya beli masyarakat yang merosot, ditambah lagi tingkat kemisikinan yang meroket. Pemerintah seolah-olah meminta permakluman dari masyarakat untuk menaikkan harga-harga untuk menambal keuangan negara.

"Ya, kalau udah begini akhirnya rakyat lagi yang harus nanggung. Pemerintah pasti minta permakluman lagi dari masyarakat. Itu sebetulnya yang saya sayangkan,” tutupnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya