Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tuduh Rusia Jarah Gandumnya, Ukraina: Moskow Mengancam Ketahanan Pangan Dunia

JUMAT, 29 APRIL 2022 | 12:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ukraina menuding Rusia telah mencuri gandum selama menduduki wilayahnya. Pencurian itu disebut meningkatkan ancaman terhadap ketahanan pangan global.

Dalam sebuah pernyataan tertulis pada Kamis (28/4), Kementerian Luar Negeri Ukraina mengutuk penjarahan yang dilakukan Rusia dari para petani di wilayah Kherson.

"Penjarahan gandum dari wilayah Kherson, serta pemblokiran pengiriman dari pelabuhan Ukraina dan penambangan jalur pelayaran, mengancam ketahanan pangan dunia," ujar Kemlu Ukraina, seperti dikutip Reuters.


Sejauh ini tidak ada rincian lebih lanjut terkait tuduhan Ukraina terhadap Rusia itu.

"Kami menuntut Rusia menghentikan pencurian gandum ilegal, membuka blokir pelabuhan Ukraina, memulihkan kebebasan navigasi dan mengizinkan lewatnya kapal dagang," tambah Kemlu Ukraina.

Sementara itu, Kantor Jaksa Agung Ukraina dalam sebuah pernyataan terpisah mengatakan telah membuka kasus pidana atas tuduhan tentara Rusia mengambil 61 ton gandum dari sebuah perusahaan pertanian di wilayah Zaporizhzhia di Ukraina selatan pada 26 April.

Menurut data International Grains Council, Ukraina adalah pengekspor gandum terbesar keempat di dunia pada periode 2020-2021, dengan total menjual 44,7 juta ton ke luar negeri.

Namun volume ekspor telah turun tajam sejak invasi Rusia dimulai pada 24 Februari.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya