Berita

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Azad/RMOL

Dunia

Iran: Normalisasi Hubungan dengan Israel adalah Pengkhianatan terhadap Rakyat Palestina

RABU, 27 APRIL 2022 | 10:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Langkah sejumlah negara untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, khususnya melalui kesepakatan "Abraham Accords" atau "kesepakatan abad ini" merupakan pengkhianatan bagi bangsa Palestina.

Begitu yang disampaikan oleh Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Azad ketika memaparkan posisi negaranya terhadap isu tersebut selama acara buka puasa bersama di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (26/4).

Dubes Azad mengatakan, "kesepakatan abad ini" yang selama ini dipuji oleh Amerika Serikat (AS) merupakan "kegagalan abad ini".


"Republik Islam Iran percaya bahwa 'kesepakatan abad' dan normalisasi hubungan rezim Zionis dengan negara-negara Islam adalah pengkhianatan terhadap hak dan cita-cita masyarakat Palestina dan penikaman mereka dari belakang," ujarnya.

Bahkan meski normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab telah dilakukan, namun ia mengatakan, kekerasan terhadap Palestina terus meningkat.

"Kami melihat upaya normalisasi sebagai sebuah alat untuk memperkokoh pendudukan ilegal rezim zionis atas tanah Palestina dan pembentukan 'single state' di atas tanah air Palestina," tambahnya.

Menyoroti Hari Internasional Al Quds yang jatuh pada setiap hari Jumat terakhir bulan Ramadhan, Dubes Azad menyebut isu Palestina merupakan isu utama bagi dunia Muslim.

Dalam hal ini, ia mengatakan, AS dan Israel berusaha memecah belah bangsa Islam dan melanjutkan hegemoninya.

Lebih lanjut, Iran mendesak negara-negara yang telah menandatangani perjanjian normalisasi dengan Israel untuk meninjau kembali langkah tersebut.

Di samping itu, Dubes Azad menyebut, Iran menyakini solusi terbaik untuk Palestina adalah memberikan hak kepada mereka untuk menentukan nasibnya sendiri, termasuk dengan mengembalikan para pengungsi ke tanah airnya sendiri.

"Ini merupakan solusi dan penyelesaian secara adil atas hak rakyat Palestina yang tertindas," tegasnya.

Iran sendiri telah menyampaikan sejumlah usulan kepada Sekretaris Jenderal PBB terkait isu Palestina. Pertama, seluruh pengungsi Palestina memiliki hak untuk kembali ke tanah air mereka sendiri.

Kedua, seluruh masyarakat Palestina harus menentukan nasib, masa depan, dan sistem politik mereka melalui proses referendum yang adil dan demokratis.

Ketiga, berdirinya sistem politik pilihan mayoritas rakyat Palestina. Dan keempat, sistem politik pilihan mayoritas masyarakat Palestina akan memutuskan tentang nasib pihak-pihak pendatang ke wilayah Palestina.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Koops TNI Papua Gelar Baksos di Panti Asuhan Santa Susana Mimika

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:09

Mahfud MD Usul Fraksi DPR Dibikin Dua Blok

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:00

Wakapolri Ingin Setiap Kebijakan Polri Bisa Dipertanggungjawabkan secara Ilmiah

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:33

Jimly Asshiddiqie Usul Masa Jabatan KPU seperti MK

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:20

Iran Menolak Tunduk kepada Trump

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:09

Inilah 11 Pimpinan Baru Baznas

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:40

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:25

Setara Institute Catat 221 Pelanggaran KBB Sepanjang 2025

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:15

Operasional TPST Bantargebang Ditargetkan Pulih dalam Sepekan

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:01

Pramono-Rano Berhasil Tuntaskan PR Pemimpin Terdahulu

Selasa, 10 Maret 2026 | 23:29

Selengkapnya