Berita

Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev/Net

Dunia

Rusia: Ukraina Akan Runtuh dan Terbelah Menjadi Beberapa Bagian

RABU, 27 APRIL 2022 | 10:33 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ukraina sedang menuju keruntuhan dan bisa terbagi ke beberapa bagian karena negara tersebut telah digunakan oleh Amerika Serikat (AS) sebagai proxy untuk melemahkan Rusia.

Begitu yang dikatakan oleh sekutu terdekat Presiden Vladimir Putin sekaligus Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev dalam sebuah wawancara denagn surat kabar pemerintah, Rossiyskaya Gazeta pada Selasa (26/4).

Patrushev mengatakan, AS telah bertahun-tahun berusaha menanamkan kebencian untuk segala sesuatu yang berbau Rusia di Ukraina. Ia juga menyebut Washington adalah penyebab di balik perpecahan Ukraina.


"Menggunakan kaki tangan mereka di Kyiv, Amerika, dalam upaya menekan Rusia, memutuskan untuk membuat antipode negara kita, dengan sinis memilih Ukraina untuk ini, mencoba untuk membagi pada dasarnya satu orang," kata Patrushev.

"Hasil dari kebijakan Barat dan rezim di Kyiv hanya bisa menjadi disintegrasi Ukraina menjadi beberapa negara," tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Pekan lalu seorang jenderal Rusia mengatakan Moskow akan berusaha merebut seluruh timur dan selatan Ukraina.

Rusia meluncurkan apa yang mereka sebut sebagai operasi militer khusus ke Ukraina pada 24 Februari.

Putin, yang mengatakan Ukraina dan Rusia pada dasarnya adalah satu negara, menganggap perang itu sebagai konfrontasi yang tak terhindarkan dengan AS, yang dia tuduh mengancam Rusia dengan ikut campur di halaman belakangnya dan memperbesar aliansi militer NATO.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya