Berita

Aktivis 98 melakukan pertemuan bertajuk bergerak bersama membangun negeri/RMOL

Politik

Berkumpulnya Aktivis '98 Lintas Organ di Kopi Politik Tegaskan Sikap Kawal Demokrasi

SELASA, 26 APRIL 2022 | 21:53 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pertemuan Aktivis 1998 lintas organisasi di Kopi Politik, Kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, pada Jumat (22/4) lalu adalah momentum silaturahim untuk menegaskan sikap menjaga dan merawat demokrasi di Tanah Air.  

Sebab, aktivis adalah salah satu elemen penentu terhadap perubahan-perubahan, baik di bidang politik, ekonomi, budaya maupun ketahanan.

Direktur Ekskutif Oversight of the Indonesian Democratic Policy Satyo Purwanto berharap pertemuan tersebut menjadi medium penyatuan masing-masing perspektif dalam melihat persoalan dan kondisi bangsa saat ini.


"Diharapkan bisa melahirkan formulasi bergerak melakukan bakti yang terbaik untuk membangun negeri tercinta Indonesia," kata Satyo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (26/4).

Meskipun masing-masing aktivis yang hadir dalam pertemuan yang diawali dengan buka puasa bersama itu menyampaikan orasi, baik kritik dan pro terhadap kebijakan pemerintah, namun semua bersepakat untuk satu pandangan.

"Tegas meneguhkan sikap mengawal demokrasi," tegas aktivis '98 ini.

"Walaupun hanya diselenggarakan di warung kopi, namun esensi sebetulnya ialah ingin memberikan contoh bahwa hingga saat ini masih ada demokrasi di Indonesia, terbukti dengan digelarnya mimbar bebas untuk memberi masukan buat bangsa, sebagai wujud kebebasan dalam berpendapat," sambungnya.

Satyo menambahkan, aktivis yang hadir menyatakan kebulatan tekad untuk merawat bahkan meningkatkan kualitas sistem pemerintahan dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat itu, melalui pemilihan umum (Pemilu) yang berkualitas juga wajib demokratis, walaupun kini terdapat isu penundaan Pemilu yang sebetulnya mencoreng demokrasi.

Indonesia, kata dia, harus menjamin semua orang berpartisipasi, baik terlibat aktif maupun mengontrol kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Tidak hanya diatur oleh segelintir orang maupun kelompok yang disebut oligarki. Sebab hanya melalui kebebasanlah, setiap warga negara dapat saling berbagi sebuah kekuasaan di dalam negaranya sendiri.

"Semoga, bertemunya kelompok pro pemerintah dan oposisi dapat menumbuhkan semangat bersama untuk berdemokrasi di Indonesia menjadi lebih baik, sekaligus mencuri perhatian dunia Internasional karena melihat bisa berkumpulnya dua pihak pro dan kontra melalui satu semangat dalam membangun demokrasi yang terstruktur," pungkasnya.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya