Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo/Net

Politik

Survei Indikator: 71,8 Persen Warga Percaya Ada Mafia Minyak Goreng

SELASA, 26 APRIL 2022 | 18:55 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Keberadaan mafia di balik tingginya harga minyak goreng di Indonesia diyakini benar-benar ada oleh publik. Hal itu tergambar dalam survei Indikator Politik yang dilakukan pada 14-19 April 2022.

Dalam survei tersebut, sebanyak 71,8 persen warga percaya dengan adanya mafia minyak goreng di balik kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng.

Sedangkan 14,9 persen warga menilai sangat percaya adanya mafia minyak goreng. Kemudian 7,3 persen menilai kurang percaya adanya mafia minyak goreng, dan 1,7 tidak percaya sama sekali.


Meski mayoritas warga yang disurvei menilai ada keterlibatan mafia minyak goreng, mereka juga percaya pemerintah mampu mengatasinya.

"Ada 60,9 persen percaya pemerintah mampu mengungkap mafia minyak goreng, 4,3 persen sangat percaya," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam rilisnya, Selasa (26/4).

Sedangkan masyarakat yang kurang percaya kemampuan pemerintah mengungkap mafia minyak goreng ada 24,9 persen, dan 5,1 persen tidak percaya sama sekali.

"Mayoritas warga percaya adanya mafia minyak goreng, dan mayoritas warga percaya pemerintah mampu mengungkapnya," tutup Burhanuddin.

Survei ini dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 orang.

Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel basis 1.220 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error) kurang lebih sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya