Berita

Anggota Komisi VII DPR RI, Yulian Gunhar/Net

Politik

Buntut Kebocoran Pipa Gas, Panja Migas Komisi VII DPR Bakal Panggil Manajemen PT SMGP

SELASA, 26 APRIL 2022 | 00:20 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Komisi VII DPR RI, akan memanggil pihak PT Sorik Marapi Geothermal Project (PT SMGP) di Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara, untuk melakukan klarifikasi. Hal ini dilakukan menyusul terjadinya kebocoran pipa gas yang menimbulkan keracunan pada warga sekitar.

Menurut anggota Komisi VII DPR RI, Yulian Gunhar, selain untuk meminta klarifikasi, Komisi VII juga berencana melakukan pendalaman terkait kebocoran pipa gas milik PT SMGP, melalui Panitia Kerja (Panja) Migas.

“Kita akan panggil dan melakukan pendalaman melalui Panja Migas terkait kebocoran pipa PT SMGP yang membahayakan keselamatan warga sekitar," ucap Gunhar, melalui keterangannya, Senin (25/4).


Komisi VII, lanjut Gunhar, akan melakukan investigasi manajemen perusahaan. Bahkan apabila ditemukan problem serius dari sisi manajemen internal yang terbukti bakal membahayakan nyawa warga sekitar, maka terbuka kemungkinan untuk diusulkan pemberhentian operasional.

"Terbuka usulan untuk dilakukan pemberhentian operasi dan penutupan perusahaan, jika memang sangat beresiko terhadap keselamatan masyarakat sekitar,” tegas Gunhar.

Menurut politikus PDI Perjuangan ini, kebocoran gas yang terjadi berulang kali itu tidak bisa dibiarkan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Ia meminta Kementerian ESDM aktif meningkatkan pengawasan aktivitas pemboran dan operasi lapangan geotermal di wilayah lain.

"Pemerintah jangan hanya melihat masalah pertambangan dari sisi ekonomi, namun juga sisi keselamatan warga masyarakat sekitarnya," ujar Gunhar.

Selain itu, Gunhar meminta pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap setiap kejadian yang menimbulkan risiko bagi pekerja maupun masyarakat di sekitarnya. Apalagi, kebocoran gas PT. SMGP ini terjadi berulang kali.

"Padahal, pada umumnya penambangan Geothermal seharusnya sudah menggunakan safety procedure yang presisi, atau sistem pencegahan semburan liar untuk menutup lubang bor ketika terjadi kick," demikian Gunhar.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya