Berita

Anggota DPR RI Dapil Sumut II Saleh Partaonan Daulay/Net

Politik

Saleh Daulay Minta Presiden Turun Tangan Tangani PT SMGP di Madina

SENIN, 25 APRIL 2022 | 14:56 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah diminta segera menangani persoalan kebocoran pipa gas PT SMGP di Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Insiden yang telah menelan puluhan korban tersebut nyata-nyata telah merugikan dan membahayakan warga sekitar karena korban menghirup gas beracun dari pipa yang bocor.

Demikian disampaikan Anggota DPR RI Dapil Sumut II Saleh Partaonan Daulay, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/4).


"Keselamatan warga masyarakat harus menjadi prioritas utama. Mereka di sana tidak paham apa yang dilakukan PT SMGP. Tapi kalau ada yang keracunan, mereka pasti panik," kata Saleh.

Menurut Saleh, insiden tersebut sudah beberapa kali terjadi dan seakan tidak belajar dari insiden sebelumnya sehingga kejadian serupa terus berulang.

Warga sekitar yang tinggal di kisaran Sorik Merapi, kata Saleh, sudah pasti sangat khawatir. Bahkan, mereka trauma dan ketakutan setiap saat.

"Tentu kerugian psikologisnya tidak bisa dibayar dengan apa pun," tegasnya.

"Dulu juga pernah bocor. Saya sempat berkunjung ke sana. Silaturrahim dan melihat kondisi masyarakat. Pipa-pipa yang mengalirkan gas dari panas bumi di sana sangat besar-besar. Bayangkan, kalau itu bocor. Pasti akan membahayakan jiwa dan keselamatan warga," imbuhnya menyesalkan.

Oleh karena itu, Saleh meminta pemerintah untuk melakukan evaluasi, pengawasan, dan audit terhadap kinerja PT SMGP. Jangan karena berharap mendapatkan energi terbarukan, pemerintah lupa pada keselamatan warga. Meskipun energi itu sangat penting, tetapi kenyamanan dan ketenangan masyarakat jauh lebih penting.

"Mengingat pentingnya hal ini, saya meminta agar presiden Jokowi turun tangan. Di wilayah-wilayah lain, presiden sering turun tangan juga. Saya yakin, presiden pasti akan mau memperhatikan dan menyelesaikan masalah ini," kata Ketua Fraksi PAN DPR RI ini.

"Lagian, kalau ada yang salah, PT SMGP-nya ditutup saja dulu. Kalau semua sudah dinyatakan aman, baru nanti dipikirkan kelanjutannya. Jangan buru-buru balik modal dan cari untung. Sekali lagi, keselamatan warga harus di atas segalanya," demikian Saleh. 

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya