Berita

Tentara Revolusioner Rakyat Korea/Net

Histoire

Dari Generasi ke Generasi, Tentara Revolusioner Rakyat Korea Semakin Tak Terkalahkan

SENIN, 25 APRIL 2022 | 08:48 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tepat 90 tahun yang lalu, 25 April 1932, Republik Rakyat Demokratik Korea (RRDK) di bawah Presiden Kim Il Sung membentuk sebuah pilar pertahanan yang kuat, yaitu Tentara Revolusioner Rakyat Korea.

Untuk pertama kalinya, Korea memulai kejayaan angkatan bersenjatanya, setelah berjuang habis-habisan melawan imperialis Jepang.

Seiring berjalannnya waktu, tentara revolusioner Korea telah berkembang menjadi tidak terkalahkan, dan terus mencatat kemenangan dalam konfrontasi militer. Mereka mempertahankan perdamaian dan mencegah perang di Semenanjung Korea.


Sejak awal didirikan, Presiden Kim Il Sung membentuk militer dan taktik perang yang berorientasi pada Juche. Dengan strategi dan kepemimpinannya, angkatan bersenjata revolusioner Korea berhasil mengalahkan kekuatan imperialis Jepang dan Amerika Serikat (AS). Mereka yang kerap mendeklarasikan diri sebagai "Pemimpin Asia" dan negara "terkuat" di dunia.

Setelahnya, di bawah kepemimpinan revolusionernya, Ketua Kim Jong Il menerapkan kebijakan Songun, di mana militer adalah prioritas nasional yang paling penting. Untuk itu, Korea mengembangkan angkatan bersenjatanya menjadi semakin tidak terkalahkan.

Angkatan bersenjata revolusioner Korea juga semakin tangguh berkat Kamerad Kim Jong Un, yang memiliki strategi militer brilian.

Tanpa kenal lelah, Kamerad Kim Jong Un telah mencapai tujuan bersejarah dengan membentuk kekuatan nuklir sebagai pencegah perang yang paling andal, dan memimpin pengembangan sistem persenjataan negara baru.

Ia bahkan bukan hanya menempatkan angkatan bersenjata revolusioner Korea menjadi tak terkalahkan, namun menempatkannya di peringkat depan kekuatan militer kelas dunia.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya