Berita

Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, mencoba teknologi metaverse melalui VR/Ist

Politik

Terus Bergerak Tanpa Batas, GP Ansor Rintis Kantor di Metaverse

SENIN, 25 APRIL 2022 | 04:22 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebuah terobosan dilakukan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dalam berorganisasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi terkini. GP Ansor resmi membuka kantor kepengurusan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi metaverse.

Peluncuran kantor virtual ini digelar pada tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-88 GP Ansor yang berlangsung di Kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Minggu malam (24/4).

Puncak peringatan Harlah ke-88 yang bertema "Berkhidmat Tanpa Batas" ini antara lain dihadiri Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Menteri BUMN Erick Tohir, Katib Aam PBNU KH Said Asrori, Ketua KPU Pusat Hasyim Asy’ari, Komisioner KPU Mochammad Afifuddin, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sunanto dan Ketua Umum KNPI Muhammad Ryano Panjaitan, serta perwakilan organisasi pemuda keagamaan lainnya.


Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, lahirnya kantor virtual metaverse adalah salah satu komitmen GP Ansor yang terus bergerak tanpa batas. Di tengah situasi keterbatasan akibat pandemi Covid-19, Ansor juga terus membuktikan diri sebagai organisasi pemuda yang tidak mudah menyerah.

“Dengan Ansorverse (Ansor Metaverse) maka model berorganisasi Ansor akan lebih taktis karena memiliki alternatif lain, yakni bertumpu ke digital dan berbasis virtual dan augmented reality (VR/AR),” ujar Gus Yaqut, sapaan akrabnya di depan ratusan kader Ansor dan Banser, Minggu (24/4).

Menurut Gus Yaqut, lewat Ansorverse ini maka konsolidasi, pengkaderan, dan pelayanan organisasi lainnya akan menjadi lebih mudah lantaran tak dibatasi lagi waktu atau lokasi. Kendati pun teknologi metaverse saat ini masih berupa imajinasi, namun inovasi ini tidak boleh disepelekan.

Gus Yaqut optimistis, teknologi ini akan terus berkembang dan dimanfaatkan di berbagai sektor menuju kemajuan peradaban global.

Di Ansorverse itu, para kader antara lain bisa saling bertemu secara virtual dalam dunia 3 dimensi (3 D). Teknologi menawarkan model yang atraktif karena didukung model visual avatar.

Pada malam tasyakuran, juga ditunjukkan Ansor UMKM Virtual Expo. Di mana lapak virtual Ansor ini bisa menampung hingga 250 ribu UMKM.  

Gus Yaqut pun meminta para kader Ansor untuk selalu responsif dengan dinamika zaman. Sebab tantangan Ansor dan bangsa ini ke depan akan makin kompleks.

“Mau tidak mau kita harus cepat beradaptasi, bertransformasi. GP Ansor harus tetap relevan dengan perkembangan zaman yang cepat berubah. Caranya adalah setiap kader harus terus belajar dan beradaptasi. Tidak boleh mandek, tidak cepat puas belajar,” tegasnya.

Dalam acara tersebut juga diserahkan bantuan 4.000 seragam Banser dari Erick Thohir, serta pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur atas kelahiran badan otonom PBNU yang ke-88.

Para tamu undangan juga mencoba teknologi metaverse dengan mengunjungi Ansor UMKM Virtual Expo.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya