Berita

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo/Net

Politik

Ekspor Minyak Goreng Dilarang Setelah Digarap Kejangung, Pengamat: Jokowi Mulai Ketar-ketir

SABTU, 23 APRIL 2022 | 10:42 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan larangan ekspor minyak goreng (migor) dan crude palm oil (CPO) untuk merespons proses hukum yang ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).

Mulai dari mantan pejabat negara hingga ekonom sudah mengkritisi kebijakan larangan ekspor migor dan CPO oleh Jokowi, karena diprediksi bakal mengurangi pendapatan negara dari segi ekspor.

Namun dari segi politik kebijakan, Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie berpendapat, kemampuan dan kendali kepemimpinan Jokowi dipertanyakan.


Sebabnya, Jerry melihat kebijakan yang dikeluarkan dan diumumkan Jokowi ke publik kerap dilakukan secara tiba-tiba.

Sebagai contoh soal kepastian penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024 yang baru dipertegas Jokowi sehari sebelum demo besar-besaran mahasiswa dilakukan.

"Termasuk soal minyak goreng ini. Saya kira Jokowi mulai ketar-ketir dan mulai merasakan kepercayaan publik semakin kurang," ujar Jerry kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (23/4).

Sejauh ini, Jerry menilai setiap kebijakan Jokowi dalam merespons masalah yang muncul adalah siasat jitu yang dimilikinya.

"Alih-alih merespons secara cepat, justru hitung-hitungan dan cara-cara yang digunakan tidak cukup bijak," demikian Jerry.

Kejaksaan Agung kini sudah menetapkan 4 orang tersangka terkait kasus ekspor migor yang diduga sebagai satu penyebab kelangkaan dan kenaikan harga migor.

Mereka adalah Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan berinisial IWW, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia berinisial MPT, Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Group (PHG) berinisial SMA, dan General Manager di PT Musim Mas berinisial PT.

Tindak lanjut dari penangkapan 4 orang tersebut, Kejagung membuka kemungkinan akan memeriksa pihak lainnya yang terkait dengan kasus ekspor CPO ini. Menariknya, ada dua nama yang merupakan orang-orang dekat Presiden Joko Widodo masuk ke dalam daftar.

Mereka ialah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan putra bungsu Presiden Jokowi Kaesang Pangarep.

Terkait pemeriksaan Luhut, Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor memiliki relasi bisnis dengan Toba Sejahtera Grup. Relasi bisnis dengan Wilmar Plantations.

Kongsi bisnis keduanya melahirkan PT Tritunggal Sentra Buana. Di mana, PT Toba Sejahtera menggenggam 25 persen saham Tritunggal yang memiliki perkebunan sawit di Saliki, Kalimantan Timur.

Sedangkan keterkaitan Parulian dengan Kaesang adalah, PT Wilmar Nabati Indonesia merupakan salah satu anak usaha Wilmar Group yang menjadi sponsor klub sepak bola Persis milik anak bungsu Jokowi.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya