Berita

Rizal Ramli ikut memberikan santunan kepada anak yatim dalam acara buka bersama Poros Wartawan Jakarta (PWJ), Jumat (22/4)/Ist

Politik

Rizal Ramli Berbagi Kiat Sukses kepada Anak Yatim Saat Bukber PWJ

SABTU, 23 APRIL 2022 | 02:56 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Meski dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian nasional belum pulih, Poros Wartawan Jakarta (PWJ) tetap menjalankan program tahunannya. Yakni berbuka puasa disertai pemberian santunan kepada anak yatim dan kaum dhuafa.

"Dua tahun belakangan kegiatan seperti ini vakum, karena pandemi Covid-19 yang cukup tinggi. Sekarang trennya sudah menurun, tapi dampaknya pada ekonomi masyarakat sangat berasa sekali," ujar Ketua Umum PWJ, Tri Wibowo Santoso dalam acara yang bertajuk "Wujudkan Kasih Sayang Antar-Sesama Dalam Kebersamaan" di Gedung YLBHI, Jakarta, Jumat (22/4).

"Walau begitu, kita jangan patah arang untuk menghadapi badai krisis ini. Selama kita solid dan saling membantu antarsesama, badai itu dapat kita lalui," imbuhnya.


Untuk itu, lanjut pria yang karib disapa Bowo ini, bulan Ramadhan yang suci ini bisa menjadi momentum untuk berbagi antarsesama, guna meringankan beban saudara kita yang nasibnya belum beruntung agar merasakan suka cita di lebaran ini.   

"Dana yang terkumpul dari hasil sumbangan kawan-kawan dan sahabat PWJ kita salurkan ke adik-adik yatim dan kaum dhuafa agar mereka bisa merayakan lebaran dengan penuh bahagia dan suka cita di tengah ekonomi yang begitu sulit seperti sekarang ini," tutur Bowo.  

Dalam kesempatan buka bersama ini, tokoh nasional, DR Rizal Ramli, berbagi kisah hidupnya yang getir di masa kecil. Rizal Ramli sudah menjadi yatim piatu pada usia 8 tahun. Meski begitu, mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur itu tak mau larut dalam kesedihan.       

"Ibu saya meninggal saat saya usia 6 tahun. Kemudian, ayah saya berpulang ke pangkuan Ilahi saat saya berusia 8 tahun. Jujur, saya sedih sekali. Tapi, saya tidak putus harapan. Saya mulai rajin membaca dan bekerja keras, karena saya yakin, dengan begitu niscaya saya bisa sukses," tutur Dewan Pembina PWJ itu.

Memang, diakui Rizal Ramli, tidak sedikit orang yang mengolok-olok dirinya saat kecil, lantaran pakaian yang dikenakannya selalu lusuh. Walau demikian, ia menganggap ejekan itu adalah motivasi.

"Sering diejek itu biasa. Kita harus kuat menatap masa depan," ungkap Rizal Ramli.

Mantan anggota Tim Panel Ekonomi PBB bersama peraih Nobel itu kemudian memberikan rumus kesuksesan yang harus dikuasai oleh anak-anak saat ini. Yaitu dengan menerapkan 5G.

"Kunci sukses 5G, yakni God willing (Tuhan berkehendak), maksudnya kita harus banyak doa supaya Tuhan memberikan yang terbaik bagi hidup kita. Lalu, Gesit tangan, yakni rajin atau mau bekerja keras. Kemudian, Gesit otak, harus banyak membaca supaya pintar. Terus, Gesit gaul, banyak berkawan dengan siapa-pun. Dan terakhir, Gesit senyum," tandas Rizal Ramli.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya