Berita

Aktivis 98 menggelar pertemuan dengan tema bergerak bersama membangun negeri di Kopi Politik, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Jumat (22/4)/RMOL

Politik

Masinton: Penundaan Pemilu 2024 Itu Kepentingan Oligarki Kapital

JUMAT, 22 APRIL 2022 | 21:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Oligarki kapital sejatinya menjadi sebuah momok bagi demokrasi di Tanah Air dewasa ini. Pasalnya, oligarki kapital akan menjadi ganjalan bagi substansi demokratisasi itu sendiri.

Hal ini diungkapkan politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu dalam acara bertajuk "Bergerak Bersama Membangun Negeri" di Kopi Politik, Pakubuwono, Jakarta Selatan, Jumat (22/4).

"Oligarki kapital ini yang menurut saya yang harus kita urai sebagai satu ganjalan proses kita, baik itu melaksanakan proses demokrasi yang substantif maupun dalam proses memperjuangkan keadilan," kata Masinton.


Menurut aktivis 98' harusnya negara yang mengatur para pemilik modal, bukan sebaliknya negara yang diatur oleh praktek oligarki kapital itu sendiri.

"Nah, identifikasi ini menurut saya menjadi penting buat kita. Sehingga mana sih yamg menjadi musuh demokrasi hari ini, mana sih yang menjadi rakyat hari ini?" tuturnya.

"Perilaku ini yang sebenarnya harus kita perkecil, kita eliminasi artinya negara fokus urus rakyat," imbuhnya menegaskan.

Lebih lanjut, Masinton menegaskan bahwa semangat reformasi 1998 harus tetap diteruskan perjuangannya. Termasuk mengenai adanya wacana penundaan pemilu 2024 yang ditengarai adalah kepentingan oligarki kapital harus dilawan.

"Penundaan pemilu perpanjangan masa jabatan presiden ini kepentingan itu, kaum modal tadi. Mereka sudah nyaman dengan situasi begini, ini kita perpanjang dong nambah periode dong gitu?" pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain aktivis senior Syahganda Nainggolan, aktivis 98' Faizal Assegaf, mantan politikus Gerindra Arif Poyuono, Ketua ProDem Iwan Sumule, Immanuel Ebenezer, dan lain-lain.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Tak Ada Pintu Setop Perang Iran versus AS-Israel

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:02

Prabowo di Tengah Massa Buruh Tak Lagi Hadapi Kritik, tapi Terima Dukungan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 04:00

Pertama Kali Presiden RI Dielu-elukan Buruh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:28

Polri Apresiasi Massa Buruh Tertib

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:20

Perpres Ojol 92 Persen Bisa Picu Kenaikan Tarif

Sabtu, 02 Mei 2026 | 03:01

Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH: Politik Merangkul untuk Mengendalikan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:42

Waspada Gelombang Tinggi saat Libur Panjang Pekan Ini

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:19

Kaji Ulang Wacana Pemangkasan Jaminan Kesehatan Aceh

Sabtu, 02 Mei 2026 | 02:00

Perbedaan Lokasi May Day Tak Perlu Diperdebatkan

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:32

Perpina DKI Serukan Kepemimpinan Perempuan Berdaya

Sabtu, 02 Mei 2026 | 01:06

Selengkapnya