Berita

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera/Net

Politik

Setuju Jusuf Kalla, Ketua PKS: Besaran Utang Kita Lampu Kuning

SELASA, 19 APRIL 2022 | 13:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan mantan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla atau JK yang menyebut calon presiden pengganti Joko Widodo (Jokowi) pada periode 2024 memiliki tantangan serius karena harus bisa membayar utang pemerintah yang bernilai ribuan triliun, terus menjadi sorotan.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera bahkan menyatakan kata sepakat dengan pernyataan JK tersebut. Menurutnya, poin dari pernyataan JK tersebut sangat beralasan.

"(Pernyataan JK sangat) beralasan," kata Mardani kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa (19/4).


Sebab, jelas Mardani, utang pemerintah Jokowi sudah tembus angka Rp 7.014,58 triliun dengan rasio terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 40,17 persen

"Pertama, utang itu buruk. Kedua, besaran utang kita lampu kuning. Lebih dari 40 persen PDB kita. Komposisi komersialnya cukup mengkhawatirkan," jelasnya.

Atas dasar itu, pemerintahan Jokowi-Maruf perlu mengantisipasi utang pemerintah yang jumlahnya ribuan triliun itu agar tidak berdampak pada kedaulatan negara.

"Pemerintah perlu kebijakan cerdas jangan dengan berutang. Jika terus berlanjut bisa membahayakan kedaulatan negara dan pelayanan pada rakyat," pungkasnya.

JK sempat mengatakan bahwa calon presiden pengganti Jokowi pada periode 2024 memiliki tantangan serius karena harus bisa membayar utang pemerintah. Utang pemerintah itu kini sudah mencapai ribuan triliun.

"Saya bilang presiden akan datang harus punya kemampuan besar dan tahan banting karena tantangan pada masa mendatang salah satunya sisi ekonomi masih belum dalam kategori baik," ujar Jusuf Kalla di kediamannnya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (17/4). 

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Di Simpang Dunia

Jumat, 24 April 2026 | 06:10

Kisah Karim dan Edoh: Tukang Bubur Naik Haji Asal Tasikmalaya

Jumat, 24 April 2026 | 06:01

Gurita Keluarga Mas’ud Menguasai Kaltim

Jumat, 24 April 2026 | 05:33

Pramono Bidik Kerja Sama TOD dengan Shenzhen Metro

Jumat, 24 April 2026 | 05:14

Calon Jemaah Haji Asal Lahat Batal Terbang Gegara Hamil

Jumat, 24 April 2026 | 05:11

BEM KSI Serukan Perdamaian Dunia di Paskah Nasional 2025

Jumat, 24 April 2026 | 04:22

JK Tak Mudah Hadapi Jokowi

Jumat, 24 April 2026 | 04:10

Robig Penembak Gama Ketahuan Edarkan Narkoba di Lapas Semarang

Jumat, 24 April 2026 | 04:06

Ray Rangkuti Tafsirkan Pasal 8 UUD 1945 terkait Seruan Makar Saiful Mujani

Jumat, 24 April 2026 | 03:33

Setelah Asep Kuswanto Tersangka

Jumat, 24 April 2026 | 03:24

Selengkapnya