Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Net

Politik

Seperti Eropa, Indonesia Sudah Punya "Jurus" Hindari Tekanan Ekonomi

SABTU, 16 APRIL 2022 | 08:53 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Indonesia selalu berupaya memperkuat hubungan ekonomi sembari meningkatkan jaringan dan kolaborasi lebih besar melalui forum bilateral, regional, dan multilateral.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, kenaikan harga pangan dan kelangkaan energi yang terjadi mengharuskan setiap negara bersiap diri dengan kebijakan masing-masing.

“Setiap negara diharuskan mempersiapkan dan menerapkan kebijakan yang lebih baik agar dapat mengatasi tantangan secara efektif,” kata Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/4).


Seperti kebanyakan negara di Eropa, Indonesia juga menerapkan kebijakan efektif untuk menghindari tekanan ekonomi yang lebih dalam dan mendukung pemulihan ekonomi, sekaligus menahan penyebaran pandemi.

Dari sisi penanganan pandemi Covid-19, Indonesia memiliki tingkat rawat inap yang rendah serta lebih dari 140 juta penduduk telah divaksinasi lengkap. Pemerintah juga terus mendorong pemberian vaksinasi booster bagi masyarakat.

Dari sisi pemulihan ekonomi, pertumbuhan ekonomi berhasil tumbuh positif menjadi 5,02 persen (yoy) pada Q4-2021 dengan pertumbuhan keseluruhan pada tahun 2021 mencapai sebesar 3,69 persen (yoy).

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan meningkat dalam kisaran 5,0 persen hingga 5,5 persen pada tahun ini," sambung Airlangga.

Dari sisi permintaan, pertumbuhan ekonomi didorong oleh pertumbuhan positif pada konsumsi, aktivitas manufaktur, investasi, dan ekspor. Demikian pula dari sisi penawaran, hampir semua sektor tumbuh positif sebagai respons dari peningkatan permintaan.

Di bidang perdagangan, Indonesia berhasil memperoleh surplus perdagangan sebesar 35,3 miliar dolar AS di tahun 2021, terutama dari siklus super komoditas unggulan.

Foreign Direct Investment (FDI) juga tercatat berhasil mencapai sebesar 31,6 miliar dolar AS, di mana 2,4 miliar dolar AS berasal dari negara-negara anggota Uni Eropa.

Kemajuan luar biasa dalam reformasi struktural juga telah dibuat pemerintah dengan mengesahkan UU Cipta Kerja yang mampu meningkatkan kinerja perdagangan dan investasi.

"Untuk mempercepat investasi, Indonesia merumuskan kembali daftar prioritas investasi yang didukung perizinan usaha berbasis risiko melalui online single submission, termasuk membentuk Indonesia Sovereign Wealth Fund/INA untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur," tandas Airlangga.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

UPDATE

Dana Asing Banjiri RI Rp2,43 Triliun di Akhir 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 10:09

Pelaku Pasar Minyak Khawatirkan Pasokan Berlebih

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:48

Polisi Selidiki Kematian Tiga Orang di Rumah Kontrakan Warakas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:41

Kilau Emas Dunia Siap Tembus Level Psikologis Baru

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:19

Legislator Gerindra Dukung Pemanfaatan Kayu Hanyut Pascabanjir Sumatera

Sabtu, 03 Januari 2026 | 09:02

Korban Tewas Kecelakaan Lalu Lintas Tahun Baru di Thailand Tembus 145 Orang

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:51

Rekor Baru! BP Tapera Salurkan FLPP Tertinggi Sepanjang Sejarah di 2025

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:40

Wall Street Variatif di Awal 2026

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:23

Dolar AS Bangkit di Awal 2026, Akhiri Tren Pelemahan Beruntun

Sabtu, 03 Januari 2026 | 08:12

Iran Ancam Akan Targetkan Pangkalan AS di Timur Tengah Jika Ikut Campur Soal Demo

Sabtu, 03 Januari 2026 | 07:59

Selengkapnya