Berita

anggota Komisi VII DPR RI Yulian Gunhar/Net

Politik

Yulian Gunhar Tolak Rencana Kenaikan Harga Pertalite dan Gas LPG 3 KG

SABTU, 16 APRIL 2022 | 03:24 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Wacana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan tabung gas LPG kemasan 3 kg terus mendapat penolakan dari kalangan Senayan.

Terbaru, anggota Komisi VII DPR RI Yulian Gunhar tegas menolak rencana kenaikan harga jual harga BBM subsidi jenis Pertalite dan LPG kemasan 3 kilogram. Alasan Gunhar, saat ini  kondisi ekonomi masyarakat masih dalam pemulihan.

Ia mengaku khawatir saat kebijakan kenaikan diberlakukan justru mengganggu konsumsi rumah tangga.


"Momentumnya belum tepat untuk menaikan harga BBM subsidi, seperti solar bensin dan gas LPG 3 kilogram. Mengingat saat ini sedang proses pemulihan ekonomi dan daya beli masyarakat masih lemah," kata Yulian, Gunhar Jumat (15/4).

Gunhar meminta supaya harga Pertalite dan gas LPG 3 Kg tidak dinaikkan dalam waktu dekat. Apalagi, bersamaan dengan naiknya PPN dan harga-harga kebutuhan pokok seperti minyak goreng, daging, kedelai, dan komoditas lainnya.

"Kenaikan Pertalite dan gas melon tentu akan makin memperburuk daya beli masyarakat serta memperberat beban rakyat," demikian Gunhar menekankan.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengingatkan pemerintah lebih hati-hati melontarkan isu kenaikan harga Pertalite dan gas LPG ukuran 3 Kg. Dikatakan Gunhar, jika pemerintah tidak hati-hati maka pernyataan pemerintah berpotensi menyulut kepanikan berbelanja.

"Tersebarnya isu kenaikan pertalite bisa menimbulkan kepanikan berbelanja ini berisiko menyebabkan kelangkaan yang berujung pada kesulitan masyarakat," katanya.

Pemerintah mengungkapkan rencana menaikkan harga BBM subsidi jenis Pertalite dan LPG kemasan 3 kilogram secara bertahap pada periode Maret hingga Juli 2022.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Skandal Hibah Daerah, KPK: Rp83 Triliun Rawan Bancakan

Senin, 20 April 2026 | 12:16

Spirit KAA 1955 Bukan Nostalgia tapi Agenda Ekonomi Global Selatan

Senin, 20 April 2026 | 12:05

Keresahan JK soal Ijazah Jokowi Mewakili Rakyat Indonesia

Senin, 20 April 2026 | 12:01

Lusa, Kloter Pertama Jemaah Haji RI Mendarat di Madinah

Senin, 20 April 2026 | 11:55

Harris Bongkar Peran Netanyahu di Balik Keputusan Perang Trump

Senin, 20 April 2026 | 11:43

Emas Antam Merosot, Ini Harga Terbarunya

Senin, 20 April 2026 | 11:27

Amanah Gandeng Kampus dan Pemda Bangun Ekosistem Pemuda

Senin, 20 April 2026 | 11:25

Tangkapan Ikan Sapu-Sapu di Jakarta Tembus 6,98 Ton

Senin, 20 April 2026 | 11:06

Wapres AS Kembali Pimpin Delegasi ke Islamabad untuk Negosiasi Iran

Senin, 20 April 2026 | 10:55

Iran Akui Kapalnya Dibajak AS, Ancam Serangan Balasan

Senin, 20 April 2026 | 10:34

Selengkapnya