Berita

Wakil Ketua Umum DPP GP Nasdem, Ivanhoe Semen/Net

Politik

Literasi Digital Penting agar Masyarakat Tidak Gampang Tertipu Crazy Rich Abal-abal

KAMIS, 14 APRIL 2022 | 17:00 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Fenomena flexing atau aktivitas yang berusaha menunjukkan kemewahan kini marak terjadi di tengah perkembangan media sosial di Indonesia.

Mirisnya, flexing ini justru marak bermunculan di tengah situasi pandemi Covid-19 yang membuat banyak masyarakat terdampak di bidang ekonomi. Flexing ini lantas berkembang dan memunculkan istilah crazy rich.

Menurut Wakil Ketua Umum DPP GP Nasdem, Ivanhoe Semen, fenomena tersebut kontras dengan keadaan masyarakat yang sedang terdampak pandemi.


"Masyarakat jangan mudah tertipu hanya karena ingin mendapatkan sesuatu dengan cara instan," kata Ivan mengingatkan bahaya flexing, Kamis (14/4).

Ia melanjutkan, saat ini literasi digital sangat penting agar masyarakat memahami bahwa segala sesuatu butuh proses, dan tidak mudah tertipu dengan proses instan.

Senada, anggota Komisi I DPR RI, Kresna Dewanata Phrosakh menyebut tujuan utama flexing adalah pengakuan dari orang lain dan psikologis bahwa ada sebuah kepuasan di atas pengakuan tersebut.

“Mereka bukan crazy rich, melainkan menggunakan medsos dengan sengaja, sistematis, dan strategis untuk merancang kesan berhasil dan kaya dengan mudah," tegasnya.

Saat ini, kata dia, Komisi I DPR RI dan Kominfo sedang merancang UU Perlindungan Data Pribadi, yang salah satu tujuannya untuk melindungi data-data pribadi masyarakat agar tidak disalahgunakan.

“Literasi digital membuat kita mampu merespon masalah flexing dan bragging dengan lebih kritis dan cerdas, dengan pemaknaan berbasis pada kepentingan kita masing-masing” tandasnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya