Berita

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson/Net

Dunia

Survei YouGov: 57 Persen Warga Inggris Ingin Boris Johnson Segera Lengser

KAMIS, 14 APRIL 2022 | 07:33 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Desakan agar Perdana Menteri Inggris Boris Johnson segera mengundurkan diri menggema dalam sebuah survei yang baru-baru ini digelar YouGov, perusahaan riset pasar dan analisis data berbasis internet.

Lembaga survei tersebut melakukan jakak pendapat pada Selasa (12/4), hari yang sama ketika Johnson menerima denda karena melanggar mandat jarak sosial yang ketat pada puncak ppandemi Covid-19 mengatakan bahwa PM Inggris harus mengundurkan diri dari perannya.

YouGov melaporkan bahwa 57 persen responden mengatakan Johnson harus mengundurkan diri sebagai perdana menteri, sementara 30 persen mengatakan dia harus tetap di posisi itu, dan 13 persen mengatakan mereka tidak tahu apakah Johnson harus mundur atau tidak, seperti dikutip dari AFP, Rabu (13/4).


Hasil jajak pendapat YouGov sebelumnya, yang diadakan pada 8 Maret, menunjukkan 47 persen responden mengatakan Johnson harus mengundurkan diri, dengan 16 persen menjawab bahwa ia harus tetap menjabat, meskipun menjadi satu-satunya kepala pemerintahan yang duduk dalam sejarah Parlemen Inggris yang dikenakan hukuman karena melanggar hukum.

Johnson mengakui Januari lalu bahwa dirinya pergi ke pesta kebun pada Mei 2020. Pada saat itu, peraturan penguncian saat itu menyatakan bahwa pertemuan lebih dari satu orang adalah sesuatu yang illegal.

Berita tentang kunjungan Johnson ke Kiev akhir pekan lalu untuk pertemuan empat mata dan foto-foto dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky datang hanya satu hari sebelum berita tentang dendanya karena melanggar aturan penguncian pemerintahnya sendiri, bersama dengan istri Carrie Johnson dan Menteri Keuangan Rishi Sunak.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Lampaui Ekspektasi, Ekonomi Malaysia Tumbuh 4,9 Persen di 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:16

Kuota Pembelian Beras SPHP Naik Jadi 25 Kg Per Orang Mulai Februari 2026

Sabtu, 17 Januari 2026 | 14:02

Analis: Sentimen AI dan Geopolitik Jadi Penggerak Pasar Saham

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:46

Hasto Bersyukur Dapat Amnesti, Ucapkan Terima Kasih ke Megawati-Prabowo

Sabtu, 17 Januari 2026 | 13:26

Bripda Rio, Brimob Polda Aceh yang Disersi Pilih Gabung Tentara Rusia

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jalan Menuju Pengentasan Kemiskinan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:16

Legislator Golkar: Isra Miraj Harus Jadi Momentum Refleksi Moral Politisi

Sabtu, 17 Januari 2026 | 12:14

Skandal DSI Terbongkar, Ribuan Lender Tergiur Imbal Hasil Tinggi dan Label Syariah

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:46

Harga Minyak Menguat Jelang Libur Akhir Pekan AS

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:35

Guru Dikeroyok, Komisi X DPR: Ada Krisis Adab dalam Dunia Pendidikan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 11:24

Selengkapnya