Berita

Tragedi pembantaian di Bucha/Net

Dunia

Tepis Tudingan Peristiwa Bucha, Vladimir Putin Ingatkan Kekejaman Barat di Suriah dan Afghanistan

RABU, 13 APRIL 2022 | 08:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Tudingan bahwa pasukan Rusia melakukan pembunuhan warga sipil di pinggiran kota Kiev, Bucha, dengan tegas dibantah Presiden Vladimir Putin, sambil menyentil operasi militer Barat di negara-negara Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Putin selama konferensi pers bersama Presiden Belarusia Aleksander Lukashenko pada Selasa (12/4) waktu Moskow.

“Saya sudah sering berbicara dengan rekan-rekan dari negara-negara Barat, sampai sekarang. Dan ketika mereka mengatakan 'Bucha' kepada saya, saya bertanya kepada mereka: 'Apakah Anda pernah ke Raqqa? Pernahkah Anda melihat bagaimana kota Suriah ini benar-benar diratakan oleh penerbangan Amerika?’ Mayat-mayat tergeletak di sana dan menjadi puing-puing selama berbulan-bulan. Dan tidak ada yang peduli tentang itu,” kata Putin.


Begitu juga dengan pembunuhan massal warga sipil oleh Barat di Afghanistan, tak ada satu negara pun yang menggugat hal itu, walaupun ada bukti-bukti nyata siapa yang harus bertanggung jawab.

“Mereka melakukan provokasi di Suriah, ketika mereka membayangkan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Assad. Kemudian ternyata itu palsu, sama palsunya seperti yang sama ada di Bucha," lanjutnya.

Presiden Rusia juga menambahkan bahwa dinas intelijen negara itu telah menerima materi yang membuktikan bahwa pembunuhan massal Bucha, yang sebagian besar dicap sebagai 'pembantaian', adalah 'pertunjukkan yang telah diatur'. Namun, Putin tidak merinci materi yang dia sebutkan.

Bucha menjadi berita utama pada awal April tak lama setelah militer Rusia mundur dari pinggiran Kiev dan pasukan Ukraina bergerak masuk dan sejumlah warga sipil yang tewas ditemukan di kota itu.  

Pihak berwenang Kiev segera menyalahkan militer Rusia atas pembantaian yang diklaim, sementara politisi top barat dengan cepat berpihak pada Ukraina dan memperkuat sikapnya atas insiden tersebut.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya