Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

20 Maskapai Rusia Masuk Daftar Hitam, Uni Eropa: Ini Semata karena Alasan Teknis Bukan Bagian dari Sanksi

SELASA, 12 APRIL 2022 | 16:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Industri penerbangan Rusia semakin berada dalam situasi tertekan. Setelah disanksi karena menginvasi Ukraina, kali ini Uni Eropa melarang 20 maskapai penerbangan Rusia karena masalah keselamatan dan pemeliharaan.

Sejumlah operator terbesar Rusia seperti Aeroflot, S7, Rossiya, UTair masuk ke Daftar Keamanan Udara UE. Namun, Komisi Eropa mengatakan pelarangan terbaru tidak termasuk ke dalam sanksi yang sedang dijatuhkan kepada Moskow

“Saya ingin memperjelas bahwa keputusan ini bukan sanksi lain terhadap Rusia; itu telah diambil semata-mata atas dasar alasan teknis dan keamanan," kata Komisaris Uni Eropa untuk Transportasi Adina Valea, seperti dikutip dari RT, Selasa (12/4).


"Kami tidak mencampurkan keamanan dengan politik," lanjutnya.

Pada akhir Februari, tak lama setelah Rusia meluncurkan operasi militernya di Ukraina, Uni Eropa melarang pasokan, penjualan, penyewaan, perawatan dan asuransi pesawat milik Eropa di Rusia.  

Perusahaan leasing juga membatalkan kontrak mereka dengan maskapai Rusia tak lama setelah itu dan menuntut agar mereka mengembalikan hampir 500 pesawat. Wilayah udara Eropa juga tertutup bagi Rusia.  

Sebagai tanggapan, Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang yang memungkinkan maskapai penerbangan Rusia untuk mendaftarkan ulang pesawat milik asing dan terus menerbangkannya di dalam negeri.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya