Berita

Presiden Joko Widodo saat dibisiki Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan/Net

Politik

Beathor Suryadi: Apakah Jokowi Punya Nyali Copot Menko Luhut?

SELASA, 12 APRIL 2022 | 08:25 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Lazimnya saat Presiden Joko Widodo tidak berkenan dengan kinerja menteri, maka jalan perombakan akan dilakukan. Namun kemarahan Jokowi kepada menteri yang berwacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden, tampaknya tidak akan berujung sama.

Sebab, menteri yang berwacana tentang penundaan pemilu itu adalah Luhut Binsar Pandjaitan, yang dikenal sebagai orang yang paling dekat dengan Jokowi.

Politisi PDI Perjuangan Bambang Beathor Suryadi ragu Jokowi berani memecat Menko Kemaritiman dan Investasi itu, sekalipun partainya melalui Masinton Pasaribu sudah memberi indikasi untuk mendukung langkah pemecatan.


“Mencopot Luhut, tidaklah mudah. Saat ada aksi BEM SI, Luhut malah mendapat satu kepercayaan lagi. Yaitu Kepala Dewan Air, sehingga ada 12 jumlah jabatannya,” ujar Beathor Suryadi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (12/4).

“LBP adalah hoppeng Presiden, beda dengan Menteri menteri lain yang titipan ketua partai,” sambungnya.

Beathor mengurai bahwa Luhut memiliki karakter batak yang kuat. Yaitu berani pasang ada untuk membela dan melindungi semua kekurangan Jokowi. Baik tentang tidak percaya diri, kurang uang, kurang pengetahuan politik, tidak punya cakrawala pengetahuan, kurang pergaulan, kurang cerdas, dan serba kekurangan yang lainnya.

“Di awal 2014, Jokowi masih punya Rini Suwandi yang mampu putar-putar di antara direksi BUMN, yang tidak dipahami presiden,” ujarnya.

“Lantas, apa mungkin presiden berani copot Luhut. Ada yang bilang, mencopot Luhut, maka tumbanglah pulak si Jokowi itu dari Istana Presiden,” sambung Beathor.

Apalagi, kini Luhut telah memiliki banyak akar relawan di penjuru nusantara. Sehingga, Beathor pun ragu Jokowi punya nyali untuk mencopot Luhut.

“Apakah Jokowi punya nyali mencopot Luhut yang akar relawannya semakin kuat?” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya