Berita

Ketua KPK RI Firli Bahuri/Net

Politik

Sasar 20 Parpol, KPK Kembangkan Program Politik Cerdas Berintegritas

SENIN, 11 APRIL 2022 | 17:01 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki lima program unggulan yang dilaksanakan pada tahun 2022 ini disamping program priorotas yang telah disusun sebelumnya.

Kelima program unggulan itu antara lain ialah Paku Integritas yang bertujuan untuk meningkatkan integritas terhadap penyelenggara negara.

Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan, pada tahun 2021 yang lalu, Paku Integritas ini telah diikuti oleh 10 kementrian/lembaga. Sementara tahun 2022 sebanyak 20 kementerian akan mengikuti program Paku Integritas ini.


Selain itu, program unggulan lainnya ialah Politik Cerdas dan Berintegritas. Adapun program ini, kata Firli, bakal menyasar 20 partai politik yang telah terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pendidikan politik cerdas dan berintegritas ini, ungkap Firli akan dibagi menjadi 21 batch, dimana batch pertama nantinya akan diikuti oleh Ketua Umum dan Sekjen dari masing-masing partai politik sementara batch selanjutnya dilakukan di masing-masing partai politik.  

Firli mengungkapkan, mengapa KPK konsen dan fokus terhadap pendidikan politik cerdas dan berintegritas bagi partai politik, sebab ia menentukan masa depan bangsa, kemudian juga menghasilkan pemimpin bangsa, mulai dari tingkat desa hingga pimpinan negara, lalu partai politik memberi andil dalam menyusun regulasi, produk hukum apakah itu Perda, Perkada maupun Undang-undang melalui para kader-kadernya.

“Kenapa parpol kita jaga integritasnya. Karena menguasai suara rakyat, melahirkan wakil rakyat, menghasilkan para pemimpin dari Kades, Bupati, Walikota, Gubernur hingga pimpinan nasional, karenanya kami menjadi konsentrasi untuk ikut andil dalam rangka membangun politik cerdas dan berintegritas,” kata Firli kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/4).

Itulah mengapa, ungkap Firli, dalam berbagai kesempatan ia terus menggaungkan orkestrasi pemberatasan korupsi yang menyentuh kamar-kamar kekuasaan tak terkecuali partai politik selain tiga cabang kamar kekuasaan lain yakni eksekutif, yudikatif dan legislatif.

“Padahal, parpol itu bukan cabang kekuasaan karena mereka sejatinya adalah “pohon kekuasaan”. Mereka memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung  kepada eksekutif, legislatif dan yudikatif, tapi juga kepada seluruh kekuatan yang ada dalam masyarakat demokratis ini,” tandas Firli.

Firli juga berharap agar para pemimpin maupun elit partai politik memberi andil pada tidak hanya untuk meniadakan peluang terjadi korupsi, tetapi juga tidak membiarkan praktik-praktik yang ramah dengan korupsi dan perilaku koruptif berkembang dalam sistem.

“Karena korupsi dalam sistem sangat terkait dengan penggunaan uang negara, maka tugas para para pemimpin adalah harus memastikan bahwa tiap rupiah uang negara dipergunakan secara benar dan hanya untuk kepentingan rakyat dan sebesar-besarnya untuk kepentingan dan  kemakmuran rakyat,” demikian Firli.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya