Taman bermain anak-anak yang dihancurkan oleh serangan Rusia di Borodyanka, di pinggiran Kiev, Ukraina/Net
Kekhawatiran bahwa Rusia menanam sejumlah alat peledak di bawah tanah membuat seorang pembuat film Australia, yang meliput perang di Ukraina, mendesak pemerintah Federal untuk mengirim ahli pembersihan ranjau ke negara yang dilanda perang tersebut.
George Gittoes dan istrinya yang seorang musisi, Hellen, dari New South Wales, telah tinggal di ibukota Ukraina, Kiev, sejak akhir bulan lalu di mana mereka melakukan syuting film dan membuat mural perdamaian.
Gittoes mengatakan dia telah mengunjungi bagian tengah kota di mana para ahli militer Ukraina membersihkan ranjau yang ditinggalkan oleh tentara Rusia setelah mereka mundur dalam beberapa hari terakhir.
"Saya berbicara dengan seorang perwira Ukraina di salah satu lokasi. Teorinya adalah bahwa Rusia melakukan ini sebagai strategi untuk memaksa insinyur tentara Ukraina menjauh dari garis depan yang berjuang untuk membersihkan daerah sipil," katanya, seperti dikutip dari
9News, Senin (11/4).
"Ini akan menjadi kerugian besar bagi front pertempuran dan melumpuhkan Ukraina dan peluangnya untuk berhasil melawan tentara Rusia," lanjutnya.
Gittoes mengatakan dia berencana untuk menulis surat kepada politisi Australia dan perwira senior militer mendesak mereka untuk mengirim tim pembersihan ranjau ke Ukraina.
"Pakar pembersihan ranjau Australia dapat memainkan peran besar dalam membantu membersihkan ranjau," katanya.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah memperingatkan sebagian besar negara itu telah dipenuhi ranjau dan jebakan ketika tentara Rusia mundur untuk berkumpul kembali di timur Ukraina.
"Mereka menambang seluruh wilayah. Mereka menambang rumah, peralatan pertambangan, bahkan mayat orang yang terbunuh," kata Zelensky awal bulan ini.
"Ada banyak kabel trip, banyak bahaya lainnya," ujarnya.
Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas
Senin, 27 Juli 2026 | 19:53
Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58
Selembar Ijazah Keliling Republik
Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00
15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah
Senin, 27 Juli 2026 | 01:03
Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus
Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02
Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK
Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58
Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK
Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55
Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26
Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18
ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser
Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17
Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk
Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51
Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP
Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35
Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah
Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26
Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun
Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21
Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD
Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19
MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan
Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12
Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman
Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12
Selengkapnya